Presiden Direktur Intiland Lennard Ho mengungkapkan pada semester I-2008, Intiland membukukan laba bersih Rp 28,48 miliar, atau melonjak 169% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 10,57 miliar. Untuk periode yang sama, laba usaha tumbuh dua kali lipat menjadi Rp 63,37 miliar, sementara pendapatan usaha naik 61,46%, dari Rp 137,11 miliar tahun lalu menjadi Rp 221,38 miliar.
Lennard Ho menjelaskan membaiknya kontribusi penjualan dari anak usaha menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba. Nilai penjualan dari sektor perumahan naik 96,73% menjadi Rp165,27 miliar. Kontribusi terbesar masih berasal dari penjualan perumahan di Taman Semanan Indah, Jakarta dan Graha Famili Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lennard, membaiknya kinerja ini merupakan hasil dari perubahan strategis Intiland untuk terus fokus pada upaya mentransformasikan grup dan menetapkannya pada jalur pertumbuhan jangka panjang yang berkesinambungan. Intiland telah merumuskan empat pilar utama untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjangnya yakni pertumbuhan organik, peluang akuisisi, usaha patungan (dengan pihak lokal maupun asing) dan melakukan manajemen modal dan investasi. Pascarestrukturisasi utang tahun lalu, kondisi keuangan Intiland saat ini sangat sehat dengan dengan rasio hutang bank terhadap ekuitas hanya sebesar 36,26%.
Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan Intiland mengungkapkan pihaknya akan meluncurkan apartemen 1 Park Residences pada triwulan IV 2008. 1 Park Residences merupakan apartemen berkualitas dengan target konsumen kalangan eksekutif muda yang menginginkan tinggal di apartemen yang nyaman dan aman di kawasan elit Jakarta Selatan. Dari tiga tower yang akan dibangun, 1 Park Residences menyediakan 366 unit apartemen dengan dua tipe berbeda yang memiliki luas masing-masing 90 dan 140 meter persegi.
Menurutnya, Intiland tahun ini mengalokasikan belanja modal sebesar Rp300 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp100 miliar akan dialokasikan untuk pembangunan proyek 1Park Residences. "Sumber dana untuk belanja modal tersebut diperoleh dari kombinasi pinjaman perbankan dan kas internal," ujar Theresia.
Truss Investment Partners Pte. Ltd. dan Strand Investment Ltd. saat ini tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan masing-masing 37,07% dan 33,16%.Β
(ir/qom)











































