"Sekitar 50% dari kebutuhan batubara 10 PLTU sudah kontrak komitmen dengan Adaro," ungkap Direktur Utama SMGR, Dwi Soetjipto, usai jumpa pers di hotel Gran Melia, Jl Rasuna Said, Jakarta, Kamis (31/7/2008).
Dwi mengatakan total kebutuhan batubara untuk 10 PLTU yang sedang dibangun perseroan sebanyak 1,8 juta ton per tahun. Proyek 10 PLTU tersebut ditargetkan rampung pada 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai nilai kontrak tersebut, belum dapat dipublikasikan. Sebab, komitmen yang sudah diperoleh belum menggunakan patokan harga batubara.
"Pembicaraan ke harga masih belum, karena PLTU baru operasi 3 tahun lagi. Jadi sifatnya masih berupa komitmen pengamanan pasokan batubara," jelas Dwi.
Pendanaan proyek PLTU tersebut, termasuk dalam biaya investasi dan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 1,6 miliar. Biaya investasi terdiri dari pembangunan PLTU senilai US$ 573 juta, pembangunan pabrik semen di Makassar dan Jawa Tengah US$ 670 juta. Total biaya investasi sekitar US$ 1,25 miliar.
Sedangkan capex sebesar US$ 350 juta akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas pabrik hingga dua pabrik baru SMGR selesai dibangun sekitar 2011-2012.
"Komposisi pendanaannya US$ 875 juta denominasi valas terdiri dari global bond antara US$ 300-500 juta dan sisanya pinjaman bank asing. Kemudian US$ 725 juta denominasi rupiah terdiri dari kas internal US$ 500 juta, sisanya US$ 225 juta kombinasi pinjaman bank lokal dan obligasi rupiah," papar Direktur Keuangan SMGR, Cholil Hasan.
(dro/qom)











































