Pembatalan transaksi itu rupanya membawa berkah bagi saham bank terbesar Malaysia itu. Pada perdagangan kemarin, harga saham Maybank kembali naik 5 sen (0,63%) ke level RM 7,95.
Kenaikan harga saham Maybank itu meneruskan lonjakan harga saham sebelumnya sebesar 35 sen (4,64%) setelah keluarnya keputusan Bank Negara Malaysia tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis dari Citigroup, Julian Chua mengatakan, pihaknya melihat kesempatannya sangat kecil bagi terselesaikannya transaksi.
"Ini adalah hal yang positif karena berarti Maybank bisa menjauh dari sebuah proses akuisisi yang mahal, sekalipun Maybank akan menghadapi penalti sebesar RM 480 juta," katanya.
Chua pesimistis transaksi akuisisi saham BII bisa terus berjalan, namun dampaknya justru harga saham Maybank bisa terus menanjak.
"Keputusan Bank Sentral sebelumnya atas persetujuan akuisisi BII membawa titik cerah bagi kenaikan nilai buku menjadi 4,7 kali," tambahnya.
Ditengah kemelut akuisisi BII, Maybank kemarin mengumumkan telah sukses menerbitkan obligasi sebesar US$ 600 juta yang akan digunakan untuk menaikkan modal.Pasar menduga dananya akan digunakan untuk mengakuisisi BII, meski Maybank tidak menegaskannya.
Maybank dalam penjelasan Rabu 30 Juli 2008 seperti dilansir dari Bernama mengatakan keputusan pembatalan izin tersebut karena terkait aturan baru tender offer Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK).
Aturan Bapepam mewajibkan setiap akuisisi 100% saham harus melepas lagi 20% saham ke publik dalam waktu 2 tahun. Aturan inilah yang dinilai BNM akan merugikan Maybank. Sebelumnya BMN justru menyetujui akuisisi tersebut pada Maret 2008.
Maybank membeli 56% saham BII dari konsorsium Sorak milik Fullerton dan Kookmin Bank senilai US$ 1,5 miliar. Maybank juga berencana melaksanakan penawaran tender atas sisa saham BII milik publik senilai US$ 1,2 miliar.
Harga terakhir saham BII pada perdagangan 29 Juli 2008 ada di level 460 per saham
(qom/qom)











































