"Kami saat ini tengah berkonsultasi dengan partner investasi kami, Kookmin Bank, dan kami akan mencari klarifikasi dari Maybank," ujar Direktur Fullerton Financial Holdings Tow Heng Tan seperti dikutip Reuters, Jumat (1/8/2008).
Namun dia tidak menjelaskan klarifikasi apa yang akan diminta dari Maybank. Bank terbesar Malaysia itu membeli 55,5 persen saham BII dari Temasek dan Kookmin Bank senilai US$ 2,7 miliar di bulan Maret lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Malaysia, pembatalan itu disambut gembira investor Maybank yang tercermin dari harga saham Maybank yang kembali meroket.
Temasek dalam siaran pers mengatakan hingga saat ini Maybank belum menyelesaikan transaksi penjualan 55,5 persen saham BII.
"Transaksi BII dijadwalkan selesai pada 31 Juli 2008, sayangnya penyelesaian itu tidak terjadi karena menurut Maybank, tidak adanya persetujuan dari Bank Negara Malaysia," demikian pernyataan Temasek.
(ddn/ir)











































