"Penurunan harga komoditas sangat berpengaruh terhadap hasil kinerja semester I 2008," ujar Corporate Secretary ANTM, Bimo Budi Satriyo saat dihubungi detikFinance, Jumat (1/8/2008).
Sepanjang semester I-2008, total volume penjualan ferronikel ANTM sebesar 7.550 ton, naik tipis 3,88% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7.268 ton. Pada triwulan II lalu, total ferronikel yang dijual ANTM sebanyak 6.283 ton, naik 60,15% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3.923 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Realisasi penerimaan keterlambatan tersebut sudah masuk pada triwulan II," ujar Bimo.
Dengan kontribusi penerimaan sebesar 4.708 ton tersebut, artinya volume penjualan yang benar-benar dilakukan pada triwulan II sebanyak 1.575 ton dari total 6.283 ton di semester I 2008. Padahal pada triwulan I 2007, volume penjualan ferronikel ANTM sebanyak 3.923 ton. Rupanya, perbaikan pabrik Ferronikel I (Feni I) menjadi alasannya.
"Pada triwulan II lalu, kami melakukan perbaikan pabrik Feni I, sehingga produksi sempat terhenti selama 1 bulan," jelas Bimo.
Mengenai harga yang diterima perseroan, sepanjang semester I lalu, ANTM menerima harga rata-rata ferronikel sebesar US$ 12,55/lb, turun 30% dibanding semester I 2007 sebesar US$ 17,93/lb.
Akibat penurunan harga tersebut, meski secara volume penjualan ferronikel naik tipis, ANTM membukukan penjualan (revenue) dari ferronikel sebesar Rp 1,933 triliun, turun 25,48% dari semester I 2007 sebesar Rp 2,594 triliun.
Untuk bijih nikel, sepanjang semester I 2008 ANTM menjual sebanyak 3,661 juta weight metric ton (wmt), turun tipis 6,74% dari semester I 2007 sebanyak 3,926 juta wmt.
Harga rata-rata bijih nikel yang diterima ANTM di semester I 2008 sebesar US$ 64/wmt, turun 21,46% dari semester I 2007 sebesar US$ 81,49/wmt. Dampaknya, perolehan penjualan (revenue) dari bijih nikel ANTM di semester I-2008 sebesar Rp 2,166 triliun, turun 24,97% dari semester I 2007 sebesar Rp 2,887 triliun.
Penurunan harga di dua komoditas utama ANTM tersebut, menjadi sebab utama penurunan perolehan penjualan sepanjang semester I 2008 sebesar 10% menjadi Rp 5,347 triliun dari sebelumnya Rp 5,961 triliun.
Mengenai laba, Bimo mengatakan perseroan belum dapat mengumumkannya, karena masih dalam proses audit laporan keuangan.
"Mungkin sekitar akhir Agustus baru keluar angkanya," ujar Bimo.
Sementara itu, pada tahun 2008 ini ANTM menargetkan volume penjualan ferronikel sebanyak 17 ribu ton. Namun hingga semester I 2008, baru tercapai sebanyak 7.550 ton, atau sekitar 44,41% dari target 2008.
"Walaupun sepanjang semester I belum mencapai 50%, tapi kami optimis hingga akhir 2008 nanti target-target dapat tercapai," ujar Bimo. (dro/ir)











































