Pada penutupan perdagangan saham Jumat (1/8/2008) IHSG anjlok 55,758 poin (2,42%) menjadi 2.248,750. Indeks LQ-45 turun 13,473 poin (2,8%) menjadi 467,831 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 11,927 poin (3,08%) menjadi 375,879.
IHSG mengikuti rontoknya bursa regional yang mengikuti jejak Wall Street seperti Seoul turun 1,31%, KOSPI turun 1,32%, Nikkei turun 2,11%, STI Singapura turun 0,68, Taiwan turun 0,31%. Sedangkan bursa saham Hang Seng dan Shanghai naik masing-masing 0,58% dan 0,94%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPS mencatat laju inflasi selama periode Januari-Juli 2008 mencapai 8,85 persen, sedangkan year on year (Juli 2008 dibanding Juli 2007) tercatat sebesar 11,9 persen.
Turunnya harga minyak ke US$ 124 per barel memicu aksi jual saham tambang yang selama ini selalu mengikuti naik turunnya harga minyak.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 52.534 kali, dengan volume 2,753 miliar unit saham, senilai Rp 4,317 triliun. Sebanyak 46 saham naik, 149 saham turun dan 55 saham stagnan.
Saham-saham yang merosot harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 600 menjadi Rp 6.150, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 7.650, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 600 menjadi Rp 11.600, United Tractors (UNTR) turun Rp 450 menjadi Rp 10.950, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 5.900, Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 menjadi Rp 22.050 dan Adaro Energy (ADRO) turun Rp 60 menjadi Rp 1.630.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) naik Rp 25 menjadi Rp 3.100, Jasa Marga (JSMR) naik Rp 90 menjadi Rp 1.350 dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 50 menjadi Rp 29.350. Β
(ir/ir)











































