Rupiah Teropong Fed dan BI Rate

Rupiah Teropong Fed dan BI Rate

- detikFinance
Selasa, 05 Agu 2008 07:31 WIB
Rupiah Teropong Fed dan BI Rate
Jakarta - Posisi rupiah yang mengkilap di awal pekan ini menumbuhkan kepercayaan pelaku pasar akan masuknya tren menguat mata uang lokal ini. Tapi, berlanjut atau tidaknya penguatan rupiah itu tergantung arah bunga BI Rate dan the Fed.

Pada perdagangan valas pukul 07.25 WIB, Selasa (5/8/2008) rupiah ada di posisi 9.070 per dolar AS dan bergerak di kisaran 9.060-9.080 per dolar AS. Sementara pada penutupan perdagangan valas Senin kemarin (4/8/2008) ada di level 9.082 per dolar AS.

Pelaku pasar dalam negeri sedang menunggu hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia Selasa siang ini yang akan menentukan besaran bunga acuan atau BI Rate dari posisi saat ini 8,75%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada tarik menarik soal suku bunga BI Rate ini, dimana BI menyiratkan suku bunga acuan itu masih punya peluang naik karena tekanan inflasi year on year (YoY) hingga Juli yang sebesar 11,9%.

Namun kalangan perbankan dan Bappenas meminta BI jangan lagi menaikkan suku bunga karena kebijakan moneter saat ini dinilai sudah cukup ketat.

Saat yang bersamaan, pada Selasa waktu AS (Selasa malam waktu Indonesia) bank sentral AS atau the Federal Open Market Committee (FOMC) juga akan menentukan bunga BI Rate dari posisi saat ini 2%.

Jika suku bunga the Fed stabil dan BI Rate naik, pelaku pasar memprediksi rupiah masih punya peluang menguat karena investor akan berburu portofolio di Indonesia yang memberikan tingkat imbal hasil (yield) yang tinggi.

Sementara mata uang dolar AS tidak banyak berubah terhadap euro karena pasar menunggu hasil rapat the Fed. Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (4/8/2008) euro ada di posisi 1,5580 dolar AS dibanding posisi Jumat pekan lalu di level 1,5555. Sedangkan dolar terhadap mata uang Jepang ada di posisi 108,25 yen dibanding hari sebelumnya 107,68 yen.  
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads