"Dengan ini diumumkan bahwa oleh karena adanya gangguan jaringan internal sistem perdagangan Bursa Efek Indonesia, maka perdagangan efek di Bursa Efek Indonesia sesi 1, hari Selasa, 5 Agustus 2008, ditunda sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut," demikian pengumuman dari BEI yang terpasang pada pukul 09.14 WIB.
Direktur Perdagangan BEI MS Sembiring sebelumnya menyatakan, otoritas bursa sudah mengetahui adanya kerusakan sejak pukul 08.50 WIB. Sementara Dirut BEI Erry Firmansyah menyatakan, penundaan transaksi perdagangan diharapkan tidak sampai 1 sesi karena perbaikan segera sedang dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamat pasar modal Edwin Sinaga mengatakan, jika gangguan hanya terjadi selama 1 sesi, maka kerugian investor diperkirakan tidak akan terlalu besar. Kendati demikian, kasus ini tetap mencoreng citra Bursa Efek Indonesia yang tahun lalu mencatat prestasi sebagai yang terbaik setelah Bursa Saham China.
Kasus ini juga mengingatkan investor akan kasus di Bursa Saham Tokyo (TSE) yang sempat mengalami beberapa kali kerusakan sistem sehingga perdagangan saham harus dihentikan.
Pada Desember 2005, TSE mengalami kerusakan sistem yang mengakibatkan Mizuho Securities menderita kerugian hingga 27 miliar yen.
Dan pada 1 Januari 2006 lalu, TSE terpaksa menghentikan sementara perdagangan saham menyusul kerusakan sistem akibat aksi jual besar-besaran.
Yang terakhir, TSE menghentikan sementara perdagangan berjangka atau ppsi saham akibat kegagalan sistem perdagangan dari bursa terbesar Asia itu.
(qom/ir)











































