Jaringan BEI Terganggu, Transaksi Rp 2 Triliun Lenyap

Jaringan BEI Terganggu, Transaksi Rp 2 Triliun Lenyap

- detikFinance
Selasa, 05 Agu 2008 10:21 WIB
Jaringan BEI Terganggu, Transaksi Rp 2 Triliun Lenyap
Jakarta - Akibat gangguan jaringan internal BEI, transaksi perdagangan senilai Rp 2 triliun yang biasanya dicetak dalam 1 sesi perdagangan lenyap. Investor kini hanya berharap BEI bisa segera memperbaiki gangguan jaringan itu.

"Dengan ini diumumkan bahwa oleh karena adanya gangguan jaringan internal sistem perdagangan Bursa Efek Indonesia, maka perdagangan efek di Bursa Efek Indonesia sesi 1, hari Selasa, 5 Agustus 2008, ditunda sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut," demikian pengumuman dari BEI yang terpasang pada pukul 09.14 WIB.

Direktur Perdagangan BEI MS Sembiring sebelumnya menyatakan, otoritas bursa sudah mengetahui adanya kerusakan sejak pukul 08.50 WIB. Sementara Dirut BEI Erry Firmansyah menyatakan, penundaan transaksi perdagangan diharapkan tidak sampai 1 sesi karena perbaikan segera sedang dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika memang transaksi perdagangan terhenti selama 1 sesi, maka dipastikan transaksi perdagangan sebesar Rp 2 triliun bisa lenyap. Nilai transaksi tersebut adalah minimal jika transaksi sepi. Jika sedang ramai, maka transaksi bisa menembus Rp 4 triliun. Misalnya pada perdagangan kemarin yang notabene dalam kondisi normal, transaksi Rp 2,61 triliun tercetak dalam 1 sesi.

Pengamat pasar modal Edwin Sinaga mengatakan, jika gangguan hanya terjadi selama 1 sesi, maka kerugian investor diperkirakan tidak akan terlalu besar. Kendati demikian, kasus ini tetap mencoreng citra Bursa Efek Indonesia yang tahun lalu mencatat prestasi sebagai yang terbaik setelah Bursa Saham China.

Kasus ini juga mengingatkan investor akan kasus di Bursa Saham Tokyo (TSE) yang sempat mengalami beberapa kali kerusakan sistem sehingga perdagangan saham harus dihentikan.

Pada Desember 2005, TSE mengalami kerusakan sistem yang mengakibatkan Mizuho Securities menderita kerugian hingga 27 miliar yen.

Dan pada 1 Januari 2006 lalu, TSE terpaksa menghentikan sementara perdagangan saham menyusul kerusakan sistem akibat aksi jual besar-besaran.

Yang terakhir, TSE menghentikan sementara perdagangan berjangka atau ppsi saham akibat kegagalan sistem perdagangan dari bursa terbesar Asia itu.
(qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads