Merahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini mengikuti pelemahan bursa regional yang terkikis karena mengekor negatifnya bursa saham di Wall Street.
Alhasil, pada penutupan sesi I, Selasa (5/8/2008) IHSG merosot tajam 36,049 poin (1,62%) menjadi 2.191,626.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan sesi siang di BEI hari ini mencatat transaksi sebanyak 16.796 kali, dengan volume 694 juta saham, senilai Rp 1,510 triliun. Sebanyak 32 saham naik, 101 saham turun dan 52 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 450 menjadi Rp 5.400, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 7.800, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 3.050, Adaro Energy (ADRO) turun Rp 40 menjadi Rp 1.550 dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 850 menjadi Rp 12.200.
Pengamat saham David Ferdinandus mengatakan penurunan IHSG ini karena faktor regional. Namun bisa saja menurutnya, momen sempat rusaknya mesin di BEI dijadikan ajang jual oleh pihak-pihak yang memanfaatkan peristiwa itu.
"Bisa saja dengan alasan mempertanyakan kehandalan sistem di BEI, investor melakukan aksi jual. Tapi yang jelas memang pasar regional dan global sedang buruk yang membuat IHSG ikut terseret," kata David ketika dihubungi detikFinance.
(ir/qom)










































