TSE dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Selasa (5/8/2008) menyatakan akan memotong gaji pejabat eksekutifnya sebesar 30% akibat gangguan teknis yang terakhir menerpa bursa terbesar Asia itu pada 22 Juli lalu.
Menurut juru bicara TSE, Ikue Izawa, gaji Chairman TSE Taizo Nishimuro dan presiden Atsushi Saito akan dipotong 30% selama sebulan. Sementara dua pejabat senior akan dipotong 20% selama satu bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesalahan pada sistem ini bukan yang pertama kalinya. Pada Januari 2006, TSE harus menghentikan perdagangannya lebih cepat dari biasanya karena adanya aksi jual besar-besaran yang tak mampu lagi ditampung oleh sistemnya.
Dan pada Desember 2005, TSE terguncang setelah seorang pialang salah memasukkan order dan menyebabkan sistem eror.
Pada Februari 2008, TSE akhirnya memutuskan untuk memotong gaji direksinya setelah adanya kesalahan kecil dalam sistem komputernya yang menyebabkan suspensi dari kontrak berjangka Topix.
Kejadian serupa terjadi di Bursa Efek Indonesia. Bursa terbaik Asia di tahun 2007 ini terpaksa menunda pembukaan transaksi sahamnya selama 1 jam 15 menit akibat kerusakan jaringan internalnya. BEI tidak merilis berapa angka kerugian, hanya saja transaksi triliunan rupiah terpaksa ditiadakan akibat kerusakan tersebut. (qom/ir)











































