Hijaunya bursa saham Wall Street karena stabilnya bunga the Fed 2% akan membuat pengaruh positif terhadap bursa regional termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (6/8/2008).
Indeks Dow Jones ditutup menguat hingga 331,62 poin (2,9%) ke level 11.615,77, Nasdaq naik 64,27 poin (2,81%) ke level 2.349,83, Standard & Poor's 500 naik 35,87 poin (2,87%) ke level 1.284,88. Ini merupakan kenaikan terbesar dari Dow Jones dan S&P 500 sejak 1 April.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku pasar juga berharap sudah tidak ada lagi kejadian mesin rusak di BEI sehingga tidak perlu ada penundaan perdagangan seperti yang terjadi pada Selasa kemarin.
Pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (5/8/2008) IHSG turun tajam 42,056 poin (1,89%) menjadi 2.185,619.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
Kemarin IHSG ditutup anjlok -1.89% didorong oleh aksi jual terhadap saham berbasis komoditas. Melemah outlook harga komoditas minyak mentah, batubara, dan CPO mendorong investor melepas saham mereka. Naiknya BI Rate tampaknya juga turun menekan indeks terutama pada sesi 2 perdagangan kemarin. Meski demikian, untuk hari ini kami melihat adanya peluang untuk trading jangka pendek pada saham yang sudah oversold. Kisaran support-resistance 2.150-2.214.
Optima Securities
Indeks sempat turun 3% sebelumnya akhirnya ditutup melemah 1.8% keposisi 2.185. Sektor pertambangan dan perkebunan mengalami koreksi yang paling dalam karena harga komoditas yang terus turun akibat melemahnya harga minyak. Naiknya BI Rate 25 bps seperti perkiraan pasar belum jadi sentimen negatif karena sektor keuangan justru menguat. Walaupun masih tertekan, teknikal rebound berpeluang terjadi khususnya pada saham pertambangan batubara. Indeks selanjutnya fokus pada hasil The Fed meeting dikisaran 2.140-2.220 dengan pilihan saham: PGAS, TINS, MEDC, HEXA, dan BUMI.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin kembali meneruskan penurunannya dengan melorot tajam 1,8% ke level 2185,6. Penurunan ini dipicu oleh sell-off yang terjadi pada sektor komoditi dan telekomunikasi, serta sentimen negatif dari kenaikan BI Rate ke level 9% yang juga melemahkan sektor banking. Pelemahan ketiga sektor yang memiliki porsi terbesar pada IHSG ini membuat indeks semakin melorot. Mulai turunnya harga komoditas dunia termasuk minyak, batubara, nikel dan CPO memperparah penurunan di sektor komoditi.
Sementara bursa US pada perdagangan semalam berhasil rebound setelah penurunan selama 3 hari terakhir, setelah The Fed mempertahankan suku bunganya di level 2% serta harga minyak dunia yang kembali terkoreksi ke level US$ 118. Membaiknya perekonomian US pada kuartal kedua juga memberi sentimen positif bagi bursa US. Indeks Dow Jones ditutup menguat 2,94% atau naik lebih dari 330 poin.
Terkait hal ini, bursa-bursa Asia seluruhnya turut dibuka rebound sekitar 2%. Sentimen positif dari bursa US dan Asia diperkirakan akan mengakhiri 'mimpi buruk' di bursa Indonesia selama 3 hari terakhir ini. Indeks diperkirakan akan mampu rebound dengan ditopang oleh saham-saham komoditas yang telah terkoreksi cukup dalam, seperti BUMI, PTBA, AALI, PGAS dan ITMG. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2170 - 2240.Β (ir/ir)











































