Selisih bunga yang tinggi antara BI Rate dan the Fed membuat investasi di dalam negeri terutama surat utang menjadi pilihan investor karena tingkat imbal hasil (yield) yang diberikan cukup besar.
Turunnya harga minyak ke posisi US$ 119 per barel juga menjadi pendorong lain sentimen positif buat rupiah. Penurunan harga minyak akan membuat kebutuhan valas impor minyak sedikit menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mata uang dolar AS langsung menguat terhadap euro dan yen ketika the Fed mengumumkan mempertahankan suku bunga 2% di tengah tingginya tekanan inflasi.
Pada penutupan perdagangan valas Selasa waktu AS (5/8/2008) euro turun di posisi 1,5454 dolar AS dari posisi sebelumnya 1,5580 dolar AS. Sedangkan terhadap mata uang Jepang, dolar AS menguat ke 108,36 yen dari posisi sebelumnya 108,25 yen. (ir/ir)











































