Minyak Turun Lagi, Wall Street Makin Semangat

Minyak Turun Lagi, Wall Street Makin Semangat

- detikFinance
Kamis, 07 Agu 2008 06:43 WIB
Minyak Turun Lagi, Wall Street Makin Semangat
New York - Saham-saham di Wall Street sempat disapu aksi profit taking, namun akhirnya ditutup menguat lagi. Penguatan terjadi setelah harga minyak terus turun dan bertahan di level US$ 118 per barel.

Pada perdagangan Rabu (6/8/2008) indeks Dow Jones ditutup menguat 40,30 poin (0,35%) ke level 11.656,07. Nasdaq juga menguat 28,54 poin (1,21%) ke level 2.378,37 dan Standard & Poor's naik 4,31 poin (0,34%) ke level 1.289,19.

Pada awalnya, saham-saham sempat disapu profit taking setelah mencatat rally penguatan tajam dalam 4 bulan terakhir. Namun laporan pemerintah tentang jumlah cadangan minyak yang melonjak melebihi ekspektasi langsung membuat harga minyak turun dan membawa angin segar di Wall Street.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain faktor turunnya harga minyak dunia, saham-saham di Wall Street terdorong oleh proyeksi yang baik dari kinerja Cisco. Sentimen itu mampu memudarkan sentimen negatif dari Freddie Mac.

Perusahaan pembiyaan rumah Freddie Mac kemarin mengumumkan kerugian sebesar US4 821 juta pada kuartal II-2008. Angka itu hampir 3 kali lipat dari proyeksi pada analis. Freddie juga mengumumkan akan memangkas dividen hingga 80%.

Namun pasar terangkat oleh proyeksi laba dari Cisco. Proyeksi laba yang gemilang langsung membuat saham Cisco melonjak hingga 5,83% ke level 23,93 dolar.

Sementara harga minyak untuk kontrak New York kemarin kembali turun hingga 59 sen ke US$ 118,58 per barel. Secara total, minyak sudah turun 20% dari level tertingginya di US$ 147 per barel pada 11 Juli lalu.

"Ini adalah hari yang menenangkan bagi Wall Street. Meski sempat ada profit taking, namun mayoritas saham-saham rata-rata mampu menambah kenaikan lagi sejalan menguatnya dolar dan terus turunnya harga minyak sehingga mampu menghapuskan defisit pada awalnya," ujar Al Goldman, analis dari Wachovia Securities seperti dikutip dari AFP, Kamis (7/8/2008).

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads