Investor Monitor Saham Komoditas

Investor Monitor Saham Komoditas

- detikFinance
Kamis, 07 Agu 2008 07:31 WIB
Investor Monitor Saham Komoditas
Jakarta - Turunnya harga minyak dunia ke US$ 118 per barel membuat investor harus mewaspadai saham-saham berbasis komoditas yang bisa ikut tertekan mengikuti harga minyak mentah.

Pada perdagangan saham Kamis (7/8/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih belum bebas melenggang ke teritori positif karena tekanan saham energi.

Namun naiknya saham di Wall Street diharapkan bisa memacu IHSG bertahan di jalur hijau. Wall Street mencatat kenaikan konservatif karena terimbas kabar melonjaknya cadangan minyak AS yang membuat harga minyak turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan saham Rabu waktu AS (6/8/2008) Dow Jones naik 40,30 poin (0,35%) menjadi 11.656,07, indeks Nasdaq naik 28,54 poin (1,21%) menjadi 2.378,37 dan S&P 500 naik 4,31 poin (0,34%) menjadi 1.289,19.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (5/8/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 1,585 poin (0,07%) menjadi 2.187,204.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Setelah menguat pada sesi pertama akhirnya indeks hanya menguat tipis 1,5 poin ke level 2.187. Walaupun bursa regional menguat namun karena harga komoditas seperti CPO dan minyak masih tertekan saham berbasis komoditas pun masih dalam tekanan hebat. Sektor yang menguat yakni infrastruktur dipimpin PGAS terkait harga jual gas yang kini bersifat B2B. Indeks selanjutnya mengikuti arah harga komoditas dengan kisaran 2.170-2.220 dengan pilihan saham: PGAS, JSMR, MEDC, UNVR dan ASII.

eTrading Securities


Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berani tampil beda dengan bursa-bursa lainnya di dunia dengan ditutup hanya menguat tipis 0,07%, sementara bursa-bursa lain berhasil menguat 2-3% terkait turunnya harga minyak dunia dan menguatnya perekonomian US di kuartal kedua. Bursa Indonesia sendiri yang didominasi oleh saham sektor tambang masih sangat tertekan oleh sentimen penurunan harga komoditas dunia seperti CPO, Batubara, Nickel dan timah.

Sementara bursa US pada perdagangan hari ini berhasil kembali menguat karena harga minyak yang kembali terkoreksi dan results 2Q dari Cisco yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Indeks Dow Jones menguat 0,35%, dengan diikuti oleh bursa Asia yang pagi ini dibuka melemah karena aksi profit taking setelah penguatan signifikan kemarin.

Bursa Indonesia sendiri hari ini diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat. Investor masih menunggu saat yang tepat untuk mulai masuk ke saham-saham komoditas yang selama 3 minggu terakhir telah terkoreksi dalam. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2170 - 2210.Β  (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads