Si Keren dan Atraktif dari Astra

Rekomendasi Saham

Si Keren dan Atraktif dari Astra

- detikFinance
Kamis, 07 Agu 2008 09:16 WIB
Si Keren dan Atraktif dari Astra
Jakarta - Performa keren kinerja PT Astra Internasional Tbk (ASII) membuat investor kini melirik salah satu saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu. Saham Astra diprediksi akan naik 28%.

Analis saham dari Optima Securities, Arief Budiman dalam analisanya Kamis (7/8/2008) memprediksi saham Astra bisa naik mencapai Rp 28.700 per saham dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.

Sementara pada penutupan perdagangan Rabu kemarin (6/8/2008) saham Astra seharga Rp 21.900. Sedangkan salam 52 minggu terakhir harga saham Astra terendah dan tertinggi ada di kisaran Rp 14.800-Rp 30.250 per saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami percaya penurunan saham Astra belakangan ini hingga 22% lebih karena dampak kenaikan harga minyak," kata Arief.

Optima Securities memperkirakan valuasi saham Astra hingga 2009 akan mencatat PER sebesar 8,5 kali dan ke depannya bisa mencapai PER 13,6 kali.

Apa yang membuat saham Astra layak dibeli? Arief melihat potensi pasar otomotif nasional baik kendaraan roda empat maupun roda dua yang akan terus tumbuh pada tahun 2008-2010. Sekedar catatan, pada semester I-2008 pertumbuhan penjualan mobil Astra mencapai 42% dan motor 52%.

"Kami memiliki kepercayaan yang baik akan solidnya kondisi makro ekonomi dalam dua tahun ke depan dengan asumsi BI Rate akan turun di kisaran 7% atau 6,5% pada 2009-2010," katanya.

Pertumbuhan penjualan mobil diperkirakan masih bisa naik 11% di 2009 jika kondisi suku bunga terus turun.

Tidak hanya otomotif, Astra juga memiliki anak usaha di bidang perkebunan dan jasa tambang yang kini sedang menikmati kenaikan kinerja karena berkah dari naiknya harga komoditas kebun dan tambang.

"AALI dan UNTR akan mendukung pertumbuhan Astra yang solid, kami perkirakan CAGR Astra ada di kisaran 17% pada 2008-2010," kata Arief.

Namun Arief mengingatkan adanya ancaman kenaikan suku bunga dan pelemahan rupiah yang akan mengganggu kompetensi Astra di sektor otomotif, serta penurunan harga komoditas seperti CPO dan batubara. Astra juga akan membutuhkan dana besar untuk rencana akuisisinya di masa depan.

Saham Astra saat ini 50% dikuasai oleh Jardine Cycle and Carriage dan sisanya publik. Pada semester I-2008 Astra mencatat penjualan Rp 46,267 triliun dan laba bersih Rp 4,754 triliun. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads