"Target dana IPO kami sekitar Rp 1,7-2 triliun," ungkap Direktur Perencanaan dan Pengembangan PTPN III, Chairul Muluk, disela seminar di hotel Crown Plaza, Jl Jend Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (7/8/2008).
Dana tersebut akan digunakan untuk penambahan landbank sebanyak 20 ribu hektar untuk tahap pertama, pembangunan pabrik kelapa sawit, penanaman lahan dan rehabilitasi lahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, dalam IPO yang akan dilaksanakan pada triwulan III ini, pemerintah yang menguasai 100% saham PTPN III akan melepas antara 20% hingga 30% sahamnya ke publik.
"Dari angka tersebut, sekitar 5% akan diberikan ke pemprov dan pemkab-pemkab di wilayah Sumatera Bagian Utara," ujar Chairul.
Chairul mengatakan berbagai persiapan IPO sudah dilakukan oleh PTPN III, seperti penjajakan penjamin emisi dan sebagainya.
"Penjamin emisi yang sedang kami jajaki ada 7. Dua diantaranya Danareksa dan Bahana," ungkap Chairul.
Meski PTPN III sudah melakukan persiapan IPO pada triwulan III ini, namun realisasinya bisa-bisa sedikit terhambat. Sebab hingga saat ini, rencana tersebut belum mendapat lampu hijau dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Apalagi, Panitia Kerja (Panja) Privatisasi BUMN DPR RI belum juga menjadwalkan pembahasan rencana IPO PTPN III.
Meski demikian, Chairul mengatakan pihaknya tetap melakukan persiapan sebaik-baiknya agar sewaktu-waktu diperoleh persetujuan DPR, PTPN III tidak perlu mengulur-ulur waktu lagi untuk melaksanakan IPO. (dro/ir)











































