Cadangan Devisa Bengkak, China Perlonggar Aturan Devisa

Cadangan Devisa Bengkak, China Perlonggar Aturan Devisa

- detikFinance
Kamis, 07 Agu 2008 16:40 WIB
Cadangan Devisa Bengkak, China Perlonggar Aturan Devisa
Beijing - China untuk pertama kalinya setelah 11 tahun mengubah peraturan devisanya. Perubahan aturan ini dianggap bisa lebih memonitor aliran modal dan juga menahan laju pembengkakan cadangan devisa China.

Dalam aturan baru itu, perusahaan-perusahaan asing bakal diperbolehkan untuk menerbitkan surat berharga di China. Sementara perusahaan-perusahaan China diperbolehkan untuk menyimpan penghasilan valasnya di luar negeri.

Namun aturan ini akan memberikan hukuman yang lebih tegas kepada orang yang melanggar aturan transfer lintas batas dan konversi valuta asing (valas). Konversi valas ilegal akan dikenakan penalti hingga 100%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan terakhir dari peraturan devisa ini dilakukan pada 1997 lalu. Perubahan aturan ini dilakukan untuk membantu mengatur aliran modal asing dengan lebih baik.

Menurut pejabat dari Bank Sentral China seperti dikutip dari AFP, Kamis (7/8/2008), revisi peraturan ini sekaligus akan membantu China mengatasi pembengkakan cadangan devisa yang kini menembus US$ 18 triliun per akhir Juni. Angka cadangan devisa yang kini terbesar di dunia itu pertumbuhannya disebut-sebut terlampau cepat.

Analis mengartikan keputusan Bank Sentral China tersebut sebagai sebuah langkah untuk membuat yuan lebih fleksibel ke depannya.

"Ini merupakan sebuah sinyal keterbukaan, sebuah langkah yang positif menjelang olimpiade," ujar pialang valas yang berbasis di Shanghai.

Perubahan itu juga diartikan untuk menahan aksi spekulasi, dimana sebagian besar berspekulasi yuan akan lebih kuat. Namun menurut Hong Liang, ekonom senior Goldman Sachs, yuan kini masih berada dalam posisi yang sangat tertekan.

"Dalam pandangan kami, faktor fundamental dibalik lonjakan aliran modal asing ke China adalah karena nilai yuan yang masih undervalue," ujarnya.

Sementara Claudio Piron, ekonom dari JP Morgan Chase berargumen bahwa dampak terhadap aliran modal, akumulasi cadangan devisa dan perbaikan nilai tukar yuan kemungkinan akan marjinal.

"Aliran modal asing masih akan terdorong terutama oleh faktor realisasi aliran perdagangan dan investasi," ujarnya.

Surplus perdagangan China pada semester I-2008 mencapai US$ 99,04 miliar, sementara Penanaman Modal Asing mencapai US$ 52,4 miliar. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads