Saham Komoditas Jadi Perhatian

Saham Komoditas Jadi Perhatian

- detikFinance
Jumat, 08 Agu 2008 07:11 WIB
Saham Komoditas Jadi Perhatian
Jakarta - Saham-saham komoditas masih akan terus menjadi perhatian pelaku pasar di tengah fluktuasi harga minyak yang belum terhenti. Saham komoditas kini menjadi penggerak utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Naiknya lagi harga minyak dunia ke US$ 120 per barel membuat investor harus menghadapi gejolak yang cepat di saham-saham tambang dan energi.

Alhasil, pada perdagangan saham akhir pekan Jumat (8/8/2008) IHSG diprediksi masih akan mengikuti gerak dari saham-saham komoditas yang memiliki bobot besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara naiknya lagi harga minyak telah membuat Wall Street melemah lumayan banyak. Pada perdagangan Kamis waktu AS (7/8/2008), indeks Dow Jones turun tajam 224,64 poin (1,93%) ke level 11.431,42, Nasdaq turun 22,64 poin (0,95%) menjadi 2.355,73 dan S&P 500 turun 23,13 poin (1,79%) menjadi 1.266,06.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (7/8/2008) IHSG naik 11,807 poin (0,54%) menjadi 2.199,011.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

IHSG kemarin kembali bergerak menguat didorong oleh rebound-nya saham pertambangan di tengah harga komoditas yang masih bergerak fluktuatif. Secara teknikal, pergerakan IHSG dalam 2 hari terakhir mengindikasikan pasar masih berada dalam ketidakpastian. Investor masih akan melihat arah dari perkembangan harga komoditas. Seperti diketahui, saham berbasis komoditas mempunyai bobot yang cukup besar pada IHSG. Kisaran support-resistance 2.170-2.227.

eTrading Securities


Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin masih bergerak cukup volatile dan akhirnya mampu menguat di akhir-akhir perdagangan. Investor terlihat masih belum sepenuhnya yakin untuk mulai masuk ke bursa, khususnya sektor komoditas seiring masih melemahnya harga komoditas dunia. Kemarin, indeks ditutup menguat 0,53% ke level 2199.

Sementara bursa US pada perdagangan semalam, ditutup melemah signifikan. Berakhirnya rally selama 2 hari ini disebabkan oleh meningkatnya data pengangguran di US pada pekan kemarin yang mencapai level tertinggi sejak Maret 2002, akibat PHK yang dilakukan oleh General Motors Corp, Weyerhaeuser Co. dan Starbucks Corp. Hal ini juga diperparah oleh sentimen negatif dari sektor retail yang membukukan penurunan penjualan, serta kerugian dari perusahaan asuransi American International Group Inc sebesar US$5 miliar. Terkait hal ini, mayoritas bursa Asia dibuka melemah pada
perdagangan hari ini.

Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan ikut terimbas pelemahan bursa US dan regional. Masih belum membaiknya harga komoditas dunia membuat bursa Indonesia tidak memiliki katalis untuk menguat. Indeks diperkirakan akan kembali bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2170 - 2200. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads