Pasokan umpan pabrik dari Inco didasarkan pada Cooperative Resources Agreement (CRA) antara Antam dan INCO yang tidak lagi diperpanjang sejak tanggal 18 Juli 2008.
Demikian siaran pers dari Antam yang diperoleh detikFinance, Jumat (8/8/2008). Sebagai ganti pasokan nikel dari Inco, Antam kini bersiap untuk menambang dan mengapalkan bijih nikel saprolit dari tambang perusahaan di Maluku Utara sebagai umpan pabrik feronikel di Pomalaa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan tidak dilanjutkannya CRA tersebut maka Antam akan menggunakan bijih saprolit dari tambang nikel Antam di Maluku Utara sebagai umpan bijih pabrik feronikel di Pomalaa mengingat deposit nikel di tambang nikel Pomalaa telah berkurang jumlahnya," ujar Sekretaris Perusahaan Bimo Budi Satriyo.
Penggunaan cadangan milik Antam tersebut diharapkan akan dapat menurunkan biaya tunai produksi feronikel Antam. Antam akan mulai mengapalkan bijih nikel dari Maluku Utara ke Pomalaa pada bulan September 2008.
Antam juga kembali telah mengoperasikan pabrik FeNi I pada tanggal 17 Juni 2008 seiring dengan penyelesaian overhaul rutin pabrik tersebut.
Saat ini pabrik FeNi I telah beroperasi pada beban penuh 17 MW, sementara pabrik FeNi II dan FeNi III beroperasi pada kondisi beban normal dan stabil dengan beban masing-masing sebesar 24-25 MW dan 32-33 MW.
Dengan adanya operasi yang stabil ini, Antam optimistis dapat memenuhi target produksi feronikel tahun 2008 sebesar 17.000 ton nikel dalam feronikel (TNi).
(ddn/ir)











































