Pelemahan euro terjadi karena ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral euro/European Central Bank (ECB) memudar.
Euro terus melemah ke level 1,5195 dolar terlemah sejak 5 Maret 2008, turun dari 1,5321 dolar pada Kamis (7/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mempertimbangkan bahwa masih ada risiko yang kami identifikasi," ujar Gubernur ECB Jean Claude Trichet dalam jumpa pers seperti dikutip AFP, Jumat (8/8/2008).
Para pialang pasar uang langsung bereaksi. "ECB sudah mengambil satu langkah untuk memulai kebijakan menurunkan suku bunga," ujar Daisuke Uno, chief strategist at Sumitomo Mitsui Banking Corp.
Euro digelayuti sentimen negatif pelemahan ekonomi seperti negara lain di dunia. "Ekonomi Eropa sudah berada di resesi. Kita tinggal menunggu pernyataan resmi dari pejabat di Eropa mengenai hal ini," ujarnya.
Dolar AS juga mengalami penguatan terhadap yen. Dolar menguat menjadi 109,68 yen dari sebelumnya 109,46 yen. (ddn/ir)











































