Demikian disampaikan Direktur Utama BBJ Hasan Zein Mahmud dalam jumpa pers di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (11/8/2008).
Kontrak berjangka emas dalam harga dolar AS sebelumnya sempat tidak ada peminat setelah diluncurkan pada Agustus 2002.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pembahasan di otoritas bursa berjangka untuk kontrak berjangka kakao masih menemui beberapa ganjalan, namun ganjalan itu kini sudah teratasi.
"Sekarang otoritas sudah membuka pintu lebar-lebar, jadi tinggal melihat kinerja BBJ dalam menggolkan kontrak perdagangan kakao," ujarnya.
BBJ juga tengah bekerja sama dengan Malaysia dalam pengembangan produk berjangka. "Kita memang kerja sama dengan Malaysia, kita menggunakan sistem mereka, numpang," ujarnya.
Kerja sama kedua yakni dalam bentuk joint product development. "Artinya kita kembangkan pasar sama-sama, kontraknya dijual disana tetapi dipasarkan di sini. Misalnya beli kakao di Indonesia tetapi melalui pasar berjangka Malaysia," ujarnya. (ddn/ir)











































