Pasar Saham Buntuti Harga Minyak

Pasar Saham Buntuti Harga Minyak

- detikFinance
Selasa, 12 Agu 2008 07:46 WIB
Pasar Saham Buntuti Harga Minyak
Jakarta - Pasar saham akan terpengaruh penurunan harga minyak dunia yang kini melandai di posisi US$ 114 per barel. Saham-saham komoditas akan membuntuti pergerakan harga minyak.

Turunnya harga minyak itu telah membuat sejumlah harga komoditas seperti CPO, batubara dan emas ikut menyusut. Kondisi ini direspons pelaku pasar dengan melakukan aksi jual saham komoditas.

Jadi tidak heran jika pada perdagangan saham Selasa (12/8/2008) saham komoditas masih akan menjadi penggerak di bursa dengan prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tertekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun investor berharap listing saham Bayan Resources pada Selasa ini akan memberikan sedikit sentimen positif ke pasar.  

Harga minyak turun setelah China secara mengejutkan mengumumkan penurunan harga minyak hingga 7% selama Juli ke level terendah dalam 7 bulan. Ini adalah penurunan tertajam secara bulanan sejak Januari 2005.      

Sementara turunnya harga minyak membawa sedikit sentimen positif di Wall Street. Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (11/8/2008) indeks Dow Jones naik 48,03 poin (0,41%) menjadi 11.782,35, Nasdaq naik 25,85 poin (1,07%) menjadi 2.439,95 dan S&P 500 naik 9 poin (0,69%) menjadi 1.305,31.
      
Pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (11/8/2008) IHSG turun tajam 62,006 poin (2,82%) menjadi 2.133,920.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas


Kemarin IHSG anjlok -2.82% menyusul anjloknya saham pertambangan. Seperti diketahui dalam beberapa waktu terakhir, IHSG cenderung bergerak mengikuti arah harga komoditas minyak mentah, batubara, dan CPO. Secara teknikal, IHSG saat ini tengah berada dalam bearish trend, dimana indikator teknikal juga menunjukkan arah melemah. Hari ini, kami perkirakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh harga komoditas. Dapat diperhatikan peluang trading pada saham bluechip yang oversold. Level support jangka pendek pada 2.062 (gap), sementara resistance pada 2.183.

eTrading Securities


IHSG masih akan terkonsolodasi, sampai ada kepastian harga komoditas. Hari yang berat untuk IHSG kemarin, meskipun indek regional rata-rata naik tetapi IHSG tergerus -2,8% menjadi 2.133,92. Turunnya harga komoditas dan pemelehan rupiah bersatu menekan indek indonesia.

Sementara perdagangan US malam kemarin berhasil menutup sesi dengan kenaikan +0,41% menjadi 11.782,4. Dow dibuka turun dibalik harga minyak yang menguat, tetapi pada pertengahan sesi Dow behasil melewati sesi yang sluggish itu dan melayang pada teritory positive, seiring melemahnya harga minyak. Pergerakan Dow sangat mengikuti pergerakan minyak dunia, sementara tidak ada berita korporasi dan jadwal data economi pada pekan ini.

Sementara Perdagangan regional pagi ini di buka mixed, KLSE +7pts, STI -7pts dan KS11 -2pts. Pergerakan indeks masih tidak jelas, investor masih akan sangat sensitive dengan data-data economi dan idikator ekonomi.

Saat ini Investor sangat mudah di ajak menjual saham dari pada membeli. Investor lebih aggresive menyerap berita negative dari emiten atau pun macroeconomi. Prediksi kita IHSG masih akan terkonsolodasi, sampai ada kepastian harga komoditas. Standard diviasi akan tetap besar untuk kuarter 3 ini. Saran kita supaya investor men-deversifikasi portofolio pada bank dan komoditas. Perdagangan indek diperkirakan berkisar 2.120 – 2.150.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads