Hal ini dikatakan oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil usai menghadiri acara "2007 Annual Report Award" di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa malam (12/8/2008).
"Kita oke tidak ada masalah dengan manajemen Indosat, inikan baru belum setahun. Tapi mungkin (direksi) yang dari Singapura diganti atau tidak kita tidak tahu, tergantung pemegang saham baru. Tapi mungkin yang diganti nanti hanya komisaris," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan mengatakan pemerintah sebagai pemegang saham minoritas di Indosat menghormati hak pemegang saham mayoritas Indosat yang baru yaitu Qatar Telecom (Qtel) jika memang mau merombak jajaran komisaris atau direksi Indosat.
"Artinya (direksi) boleh diganti atau tidak, karena itu hak pemegang saham mayoritas. Kita tidak punya pandangan, bagi kita kalau direksi masih baik ya jalankan terus. Tapi kalau RUPSLB itu ganti komisaris, kalau pengurus diganti atau tidak ya tidak apa-apa," katanya.
Dia mengakui belum mengetahui rencana Qtel dalam RUPSLB nanti, meskipun pihak Qtel sudah mengatakan tidak akan merombak jajaran direksi Indosat.
"Saya hanya terima surat undangan dari Indosat, karena kita hanya pemegang saham minoritas dan ini tidak menyangkut kepentingan pemerintah dalam hal itu. Kalau iya kita akan bicara," tuturnya.
Diapun belum mau berkomentar jika memang nanti Qtel merombak jajaran direksi Indosat dalam RUPSLB yang akan dilakukan. "Ya kita lihat perkembangan, tapi kalau tim lama diganti dengan yang lebih baik kenapa tidak," ujarnya.
(dnl/qom)











































