Hal ini dikatakan oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil usai menghadiri acara "2007 Annual Report Award" di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa malam (12/8/2008).
"Aduh saham lagi jelek begini bagaimana kita lepas," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak bisa (tahun ini), karena pasar lagi jelek begini, hasil yang diperoleh tidak maksimal," katanya.
Pemerintah sendiri memang berkeinginan agar pelepasan saham green shoe BNI itu bisa dilepas di harga minimal sesuai dengan harga pada saat BNI melakukan secondary offering yaitu pada level harga Rp 2.050 per saham. Namun pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (12/8/2008) saham BNI jauh di harga secondary offering yakni berada di level Rp 1.270 per saham.
BNI ketika melakukan penawaran umum kedua pada Juli 2007 menerbitkan 1,99 miliar saham baru (rights issue), penjualan saham pemerintah sebanyak 1,50 miliar saham, dan saham green shoe sebanyak 473,89 juta saham.
Green Shoe adalah penambahan jumlah penawaran saham oleh penjamin emisi ketika melakukan penawaran saham. Tujuan green shoe biasanya untuk mengurangi volatilitas harga saham setelah pencatatan saham di bursa. Green shoe juga bisa digunakan untuk menstabilkan harga saham ketika sedang anjlok. (dnl/ir)











































