Pasar Saham Minim Transaksi

Pasar Saham Minim Transaksi

- detikFinance
Kamis, 14 Agu 2008 07:55 WIB
Pasar Saham Minim Transaksi
Jakarta - Pasar saham dalam negeri belum memberikan sinyal untuk rally lebih lanjut setelah rebound pada Rabu kemarin (13/8/2008). Tipisnya nilai transaksi akan membuat perdagangan saham akan cenderung lamban.

Akibatnya pada perdagangan saham Kamis (14/8/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan bergerak pada kisaran terbatas. Pelaku pasar masih akan fokus pada saham-saham komoditas.

Naiknya lagi harga minyak ke US$ 116 per barel diharapkan bisa kembali memacu saham-saham tambang yang beberapa hari terakhir tenggelam karena aksi ambil untung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara bursa saham di Wall Street pada penutupan perdagangan saham Rabu waktu AS (13/8/2008) melanjutkan pelemahannya akibat berlanjutnya kerugian krisis.

Indeks Dow Jones turun 109,51 poin (0,94%) ke level 11.532,96, S&P turun 3,76 poin (0,29%) ke level 1.285,83 dan Nasdaq turun 1,99 poin (0,08%) ke level 2.428,62. (13/8/2008)

Sementara pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (13/8/2008) IHSG naik 5,942 poin (0,29%) menjadi 2.063,521.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

IHSG bergerak menguat tipis (rebound) kemarin ditengah sepinya perdagangan. Terlihat, penurunan indeks sedikit tertahan kemarin. Di tengah tekanan jual terhadap saham pertambangan dan perkebunan, terlihat saham sektor perbankan bergerak menguat. Turunnya volume perdagangan mengindikasikan kemungkinan indeks akan bergerak konsolidasi dahulu dalam jangka pendek. Masih belum terlihat tanda atau sinyal untuk rally lebih lanjut pasca rebound kemarin. Kisaran support-resistance 2.035-2.090.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berhasil rebound tipis setelah ditopang oleh penguatan sektor banking ditengah pelemahan saham-saham komoditi. Indeks berhasil menguat tipis 5,9 poin (0,28%) ke level 2063,5.Indeks nampaknya masih sulit bangkit, selama harga komoditas dunia belum menunjukkan tanda-tanda menguat.

Sementara bursa US kembali melemah pada perdagangan kemarin. Turunnya data pertumbuhan penjualan retail seiring merangkak naiknya harga memberi sentimen negatif pada bursa US,ditambah dengan reboundnya harga minyak dunia ke level US$116. Terkait hal ini,bursa-bursa Asia kembali mengalami koreksi tipis akibat rebound pada harga minyak dunia.

Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan mampu bangkit, seiring penguatan harga minyak dunia yang akan membawa harga-harga komoditas lainnya ikut menguat. Harga CPO dunia yang mulai menunjukkan tanda-tanda rebound diperkirakan akan mengangkat kembali saham-saham CPO yang telah melemah signifikan selama 1 bulan terakhir. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2035 - 2100.

Optima Securities

Setelah melemah 141 poin, indeks mengalami tehnikal rebound 5 poin keposisi 2.063 dipicu sektor perkebunan akibat reboundnya harga CPO dan perbankan. Indeks hari ini fokus pada rilis data GDP kuartal II yang diperkirakan 6.2-6.3% atau diatas estimasi pemerintah sebesar 6.1%. Dari indikator makro ekonomi kecuali inflasi masih positif seperti pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, suku bunga, harga minyak mentah ICP, lifting minyak, konsumsi BBM dan elpiji yang memberi signal kondisi fundamental masih bagus. Indeks bakal kembali menguat dikisaran 2.040-2.080 dengan pilihan saham: BBRI, UNSP, AALI, BDMN dan BUMI. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads