Seperti dilansir Reuters, Kamis (14/8/2008) Bursa Malaysia melihat adanya potensi bisnis untuk kerjasama perdagangan kontrak CPO dengan BBJ itu.
Menanggapi kabar tersebut Direktur BBJ, JW Sudomo mengakui memang telah ada beberapa kali pembicaraan formal oleh kedua belah pihak untuk menjajaki perdagangan kontrak CPO itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerja sama ini menurut Sudomo harus menguntungkan kedua belah pihak. BBJ akan banyak belajar dari Bursa Malaysia yang sudah terlebih menjadi acuan perdagangan kontrak CPO dunia. Sedangkan Malaysia bisa mengetahui perkembangan produk CPO Indonesia yang trennya sudah bisa mengalahkan produksi Malaysia.
Sudomo mengaku tidak ada target untuk finalisasi kerja sama tersebut karena banyak alternatif yang harus diajukan. "Apakah kita mengacu pada harga di Bursa Malaysia, atau buat acuan sendiri atau membentuk acuan bersama, hal-hal seperti ini akan memakan waktu lama pembahasannya," jelasnya.
BBJ sendiri pernah sekali memperdagangkan kontrak CPO, tapi kini dihentikan karena kurangnya landasan terutama sistem transaksinya.
(ir/ir)










































