Dalam risetnya, Haryo Koconegoro dari Optima Securities, Jumat (15/8/2008) memperkirakan saham BCA masih punya potensi naik hingga 20% berdasarkan metodologi pertumbuhan.
Ada beberapa nilai plus BCA yang bisa menjadi pengerek harga saham emiten yang sudah listing sejak tahun 2000 ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, BCA punya perjalanan pertumbuhan kredit yang lumayan selama semester I-2008 dengan kenaikan 49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kuatnya pertumbuhan dan kualitas kredit yang baik juga tetap menjaga NPL BCA aman di posisi 0,67%.
Ketiga, BCA juga punya pasar yang cukup kuat di dana pihak ketigaΒ terutama deposito.
Faktor-faktor tersebut menjadi pendukung target saham BCA ke depan yang diprediksi bisa mencapai Rp 3.600 yang artinya 3,4 kali nilai buku (PBV) untuk tahun 2009.
BCA juga menunjukkan konsistensi terhadap pertumbuhan laba bersihnya sejak tahun 2002.
Dalam 52 minggu terakhir saham BCA pernah berada di level terendah Rp 2.275 per saham dan tertinggi Rp 3.800 per saham.
Saham BCA mayoritas dimiliki oleh Farindo Investment 51,2% dan publik 48,9%.
Pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (14/8/2008) saham BCA ada di posisi 2.950 per saham.
Disclaimer:
Keputusan untuk melakukan jual, beli atau investasi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi dan detikFinance tidak bertanggungjawab atas keputusan investasi yang diambil.Β Β
(ir/ir)











































