"Kami sudah melakukan pembicaraan dengan Tenaga Nasional Berhad untuk mengadakan kerjasama berupa equity partner," ungkap Presiden Direktur TRUB, Sidarta Sidik di lokasi proyek PLTU Tulang Bawang, Lampung, Jumat (15/8/2008).
Sidik mengungkapkan bahwa kerjasama dengan TNB sangat memungkinkan, karena pasokan listrik di Malaysia sudah mencukupi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Sidik belum dapat menyebutkan di proyek mana saja kerjasama tersebut akan dilakukan, sebab masih dalam penjajakan.
Namun berdasarkan catatan detikFinance, hingga saat ini masih ada 3 proyek IPP milik TRUB yang belum mendapatkan pendanaan utuh. Apalagi rencana penerbitan global bond TRUB senilai US$ 100-200 juta tertunda akibat tingginya tingkat suku bunga.
Tiga pembangkit yang akan dibangun oleh perseroan terdiri dari dua PLTU dan satu pembangkit berbahan bakar Syngas. Satu PLTU terletak di Sumatera dengan kapasitas 2x150 megawatt (MW). Dua sisanya terletak di Karang Asem, Bali terdiri
dari PLTU dengan kapasitas 2x100 MW dan pembangkit Syngas berkapasitas 330 MW.
Dari total kebutuhan dana sebesar US$ 900 juta tersebut, komposisinya 30% sekitar US$ 270 juta dari kas internal dan 70% US$ 630 juta dari pendanaan eksternal.
Selain dengan TNB, perseroan juga sedang mengadakan pembicaraan dengan BEMCO, perusahaan listrik negara asal Saudi Arabia.
"Pembicaraan kami lebih ditujukan untuk memperkuat marketing anak usaha kami disana, Truba Arabia. Namun tidak tertutup kemungkinan mereka akan kami bawa ke Indonesia. Selama ini Truba Arabia juga sudah bekerja sama dengan mereka," ujar Sidik.
Sebelumnya Head of Investor Relations TRUB, Gamala V Katoppo mengungkapkan, hingga saat ini perseroan masih kesulitan memperoleh dana tersebut, baik internal maupun eksternal.
Oleh sebab itulah hingga saat ini proyek 3 pembangkit tersebut belum dapat digarap perseroan. Namun Gamala berharap pendanaan dapat secepatnya diperoleh agar proyek dapat segera dikerjakan.
"Jika strategic partnership dapat segera direalisasikan, kami harapkan proyek dapat dikerjakan tahun ini. Target kami 3 pembangkit ini bisa beroperasi di 2011," ujar Gamala.
Selain 3 proyek IPP tersebut, TRUB juga baru saja mengadakan kerjasama dengan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB). Kerjasama konsorsium tersebut untuk pembangunan IPP berkapasitas 2x100 MW di Banjarsari.
"Nilai proyek ini sekitar US$ 243 juta. Pendanaannya 30% internal, sisanya 70% eksternal. Pendanaan proyek ini tidak ada masalah, sudah terpenuhi semua," papar Sidik.
Proyek yang baru saja ditandatangani pada Rabu Malam (13/8/2008) ini, rencananya mulai digarap akhir tahun 2008 atau awal tahun 2009. Targetnya, PLTU ini operasi di 2010-2011.
(dro/qom)











































