Bursa Saham Shanghai pada perdagangan Senin (18/8/2008) merosot hingga 5,4% karena sentimen negatif melambatnya laju pertumbuhan laba emiten China dan juga bayang-bayang 'membanjirnya' suplai saham karena berakhirnya periode 'lock-up'.
Miliaran lembar saham akan diperdagangkan lagi setelah masa 'lock-up' berakhir. Namun tambahan saham itu akan mengikuti penurunan sekitar 60% dari harga-harga saham China setelah mencatat harga puncak pada Oktober tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Kuala Lumpur Composite melemah tipis 10,69 poin ke level 1.084,36, indeks SET-50 di Bursa Thailand melemah tipis 7,84 poin ke level 493,66, indek Sensex di Mumbai turun tipis 78,52 poin ke level 14.645,66.
Sementara Bursa Australia hanya bergerak tipis, dengan indeks S&P/ASX 200 hanya naik 3,3 poin. Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo naik 146,04 poin ke level 13.165,45, menyusul melemahnya yen yang diharapkan memperkuat kinerja ekspor.
Indeks Saham Pakistan juga menguat 4,5% setelah Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengumumkan pengunduran dirinya, sekaligus mengakhiri ketidakpastian politik selama 9 tahun kekuasaannya.
(qom/qom)











































