Masuknya JSMR di MNA cukup mengejutkan. Sebab, WIKA telah melakukan due diligence lebih dulu ketimbang JSMR.
"Ya kami juga tidak menyangka tiba-tiba JSMR masuk mengambil alih MNA," ungkap Corporate Secretary WIKA, Imam Sudiyono saat dihubungi detikFinance, Selasa (19/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembicaraan antara kami dengan MNA sudah hampir final. Namun tiba-tiba JSMR masuk," jelas Imam.
Sebenarnya rencana WIKA masuk MNA merupakan salah satu cara yang dipersiapkan perseroan untuk mempermudah kontrak kerjasama WIKA dengan MNA yang telah ditandatangani sebelumnya.
"Kami dengan MNA telah memiliki kontrak senilai Rp 1 triliun untuk pengerjaan kontraktor MNA. Tadinya kami berharap dengan akuisisi MNA, pengerjaan akan lebih lancar," papar Imam.
Pembicaraan antara WIKA dengan MNA sebelumnya bahkan sudah sampai ke tahap nilai akuisisi. Nilai akuisisi 70% saham MNA oleh WIKA tadinya ditaksir sekitar Rp 300 miliar.
"Jadi ceritanya MNA itu kesulitan dana untuk menggarap proyek tolnya, sehingga mereka berencana melepas sahamnya pada kami agar pengerjaan proyek lebih cepat," jelas Imam.
Namun rupanya tanpa disangka-sangka JSMR masuk dan bahkan sudah menandatangani MoU untuk mengakuisisi 55% saham MNA.
"Nilai akuisisi masih kami bicarakan dengan MNA. Mengenai akuisisi kami sudah memiliki 1,7% saham di MNA. Oleh karena itu untuk akuisisi kami lebih memiliki prioritas untuk mengakuisisi MNA ketimbang WIKA. Karena kami pemilik saham di MNA," ujar Corporate Secretary JSMR, Okke Marlina saat dikonfirmasi.
Akhir dari perebutan dua emiten BUMN kontraktor tersebut masih menunggu keputusan selanjutnya. Apalagi WIKA telah memiliki kontrak senilai Rp 1 triliun dengan MNA, sehingga menjadikan masalah tambah pelik.
Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Okke mengatakan hal itu tergantung hasil pembicaraan nanti. Namun ia memberikan sinyal bahwa kemungkinan kontrak WIKA dengan MNA akan tetap berjalan, meski pun MNA nantinya akan dimiliki oleh JSMR.
"Itu tergantung nanti," ujar Okke.
Namun Imam mengatakan, kedua belah pihak telah melakukan pembicaraan dengan Menneg BUMN, Sofyan Djalil untuk membahas masalah ini lebih dalam.
"Bulan Juli lalu kami dan JSMR telah membicarakan ini dengan pak Menteri. Pak Sofyan memberi masukan, seandainya memang JSMR yang akhirnya mengakuisisi MNA, maka kontrak WIKA dengan MNA tidak bisa dibatalkan. Jadi kontrak kami dengan MNA tetap akan berjalan," papar Imam. (dro/ir)











































