"Kami sudah bertemu dengan CEO Maybank. Mereka mengatakan tetap ingin melanjutkan tender offer terhadap BII. Namun saat ini mereka masih mencari solusi terbaik mengenai masalah ini. Waktunya juga belum tahu kapan," jelas Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah, di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Selasa (19/8/2008).
Gonjang-ganjing tertundanya proses akuisisi 56% saham BII oleh Maybank senilai US$ 1,5 miliar tersebut berawal dari pencabutan izin Bank Negara Malaysia (BNM) terhadap rencana masuknya Maybank ke BII menggantikan konsorsium Sorak milik Fullerton dan Kookmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, pada 31 Juli lalu BEI melakukan suspensi terhadap saham BII akibat tak kunjung selesainya masalah ini. Hingga saat ini suspensi saham BII belum dibuka karena BEI menilai belum ada kejelasan yang mencukupi terkait masalah tersebut.
Ketika disuspensi, saham BII berada di level Rp 460. Banyak kalangan pelaku pasar yang beranggapan harga saham BII akan anjlok ketika suspensi dibuka nanti.
Bahkan kabarnya, anjloknya harga saham BII saat dibuka nanti memang dinanti-nanti oleh Maybank. Konon Maybank hendak mematok harga tender offer di bawah Rp 500 per saham.
Menurut kabar di pasar, harga tender offer yang akan ditetapkan Maybank tadinya di level Rp 525 per saham. Namun dengan adanya isu yang diperkirakan dapat membuat harga saham BII anjlok, akan dimanfaatkan Maybank untuk mematok harga tender offer antara Rp 460 hingga Rp 500 per saham.
(dro/qom)











































