Investor kembali melepas saham-saham komoditas tambang dan perkebunan karena sentimen turunnya harga minyak dunia ke posisi US$ 112 per barel.
Pada penutupan perdagangan saham Selasa (19/8/2008) IHSG tertebas hingga 42,650 poin (2,05%) menjadi 2.042,498 yang merupakan posisi terendah di 2008. Sebelumnya level terendah tahun ini terjadi pada 12 Agustus 2008 di posisi 2.057,579. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG mengikuti lemahnya bursa saham regional seperti Hang Seng turun 2,13%, Seoul turun 1,68%, KOSPI turun 1,70%, Nikkei turun 2,28%, STI Singapura turun 1,59%. Sedangkan Shanghai naik 1,06%.
Perdagangan saham hari ini relatif sepi dengan mencatat transaksi sebanyak 34.492 kali, pada volume 1,544 miliar saham, senilai Rp 2,920 triliun. Sebanyak 25 saham naik, 174 saham turun dan 42 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 menjadi Rp 4.950, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 5.850, Adaro Energy (ADRO) turun Rp 40 menjadi Rp 1.490, PP London Sumatra (LSIP) turun Rp 500 menjadi Rp 5.400, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 650 menjadi Rp 15.950, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 7.350, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 450 menjadi Rp 4.850 dan Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 80 menjadi Rp 1.800.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bakrie & Brothers (BNBR) naik Rp 10 menjadi Rp 310, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 25 menjadi Rp 2.350, Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp 10 menjadi Rp 1.910 dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 150 menjadi Rp 20.000. (ir/qom)











































