Rights Issue UNTR Direstui

Rights Issue UNTR Direstui

- detikFinance
Selasa, 19 Agu 2008 16:20 WIB
Rights Issue UNTR Direstui
Jakarta - Pemegang saham PT United Tractors Tbk (UNTR) menyetujui rencana penerbitan saham terbatas senilai Rp 3,564 triliun. Setiap pemegang 6 saham dapat membeli 1 saham baru di harga Rp 7.500.

"Pemegang saham telah menyetujui rencana rights issue dengan rasio 6:1 di harga Rp 7.500," ujar Direktur Utama UNTR, Djoko Pranoto usai RUPS Luar Biasa di hotel Shangri-La, Kota BNI, Jakarta, Selasa (19/8/2008).

Dana hasil rights issue sebanyak 475.268.183 saham sebesar Rp 3,564 triliun tersebut rencananya akan digunakan untuk melunasi utang (30%), akuisisi tambang batubara (55%) dan modal kerja (15%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Januari 2008, UNTR telah mengakuisisi sebuah tambang batubara bernama PT Tuah Turangga Agung (TTA) senilai US$ 115,6 juta. Dana akuisisi diperoleh dari pinjaman Mizuho, OCBC dan Sumitomo Mitsui. Nantinya 30% dari dana hasil rights issue akan digunakan untuk melunasi utang ke bank-bank tersebut.

Sedangkan sekitar 55% dana rights issue, atau setara dengan US$ 214,5 juta akan digunakan untuk mengakuisisi tambang-tambang batubara. Saat ini UNTR sedang membidik 5 kuasa penambangan (KP) di Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.

Pada 9 Juli lalu, UNTR baru saja menandatangani Conditional Sales Purchase Agreement (CSPA) dengan sebuah tambang batubara di Kalimantan Tengah. Namun perseroan belum dapat mengungkapkan nama perusahaan sasaran maupun nilai akuisisinya.

Sementara dana rights issue sebesar US$ 58,5 juta akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Dalam rencana rights issue tersebut, PT Astra International Tbk (ASII) yang menguasai 58,45% saham UNTR, akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer's).

"Astra siap mengambil seluruh saham rights issue jika tidak ada yang mengeksekusi. Dan yang pasti Astra akan mengambil 58,45% dari saham baru yang akan diterbitkan agar kepemilikan saham mereka tidak terdilusi," ujar Investor Relations UNTR, Ari Setiyawan. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads