"Pemegang saham telah menyetujui rencana rights issue dengan rasio 6:1 di harga Rp 7.500," ujar Direktur Utama UNTR, Djoko Pranoto usai RUPS Luar Biasa di hotel Shangri-La, Kota BNI, Jakarta, Selasa (19/8/2008).
Dana hasil rights issue sebanyak 475.268.183 saham sebesar Rp 3,564 triliun tersebut rencananya akan digunakan untuk melunasi utang (30%), akuisisi tambang batubara (55%) dan modal kerja (15%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan sekitar 55% dana rights issue, atau setara dengan US$ 214,5 juta akan digunakan untuk mengakuisisi tambang-tambang batubara. Saat ini UNTR sedang membidik 5 kuasa penambangan (KP) di Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.
Pada 9 Juli lalu, UNTR baru saja menandatangani Conditional Sales Purchase Agreement (CSPA) dengan sebuah tambang batubara di Kalimantan Tengah. Namun perseroan belum dapat mengungkapkan nama perusahaan sasaran maupun nilai akuisisinya.
Sementara dana rights issue sebesar US$ 58,5 juta akan digunakan untuk modal kerja perseroan.
Dalam rencana rights issue tersebut, PT Astra International Tbk (ASII) yang menguasai 58,45% saham UNTR, akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer's).
"Astra siap mengambil seluruh saham rights issue jika tidak ada yang mengeksekusi. Dan yang pasti Astra akan mengambil 58,45% dari saham baru yang akan diterbitkan agar kepemilikan saham mereka tidak terdilusi," ujar Investor Relations UNTR, Ari Setiyawan. (dro/ir)











































