Pada perdagangan Selasa (19/8/2008), indeks Dow Jones melorot 130,84 poin (1,14%) ke level 11.348,55. Nasdaq juga turun 32,62 poin (1,35%) ke level 2.384,36 dan S&P turun 11,91 poin (0,93%) ke level 1.266,69.
Saham-saham perbankan kembali melemah masih dengan sentimen kekhawatiran berlanjutnya dampak dari kredit macet sektor perumahan. Bank pembiayaan perumahan besar mengalami penurunan besar, seperti Bank of America dan Wells Fargo yang masing-masing turun lebih dari 3%. Saham Home Depot yang merupakan peritel perumahan rumah terbesar di dunia turun hingga 3,7%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga-harga rumah terus turun, aset terus melemah, sementara perekonomian terus melambat yang hanya akan memperburuk tingkat pengangguran dan meningkatnya utang yang jatuh tempo. Sepertinya tidak ada akhir dari siklus ini dan itulah yang menekan saham-saham finansial," tambahnya.
Wall Street juga mendapatkan tekanan dari naiknya kembali harga minyak setelah Venezuela mengultimatum OPEC untuk menurunkan tingkat produksinya jika penurunan harga terys berlanjut.
Kemarin minyak jenis light pengiriman September naik 1,66 dolar ke level US$ 114,53 per barel. Minyak jenis Brent juga naik 1,31 dolar ke level US$ 113,25 per barel.
Sementara data inflasi AS yang menunjukkan angka tertinggi dalam 27 tahun membuat investor semakin tak berdaya. Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan bahwa Producer Price Index pada Juli secara tahunan mencapai 9,8 persen. (qom/qom)











































