Pasar Soroti Penurunan Jumlah Saham BNBR di Bumi Resources

Pasar Soroti Penurunan Jumlah Saham BNBR di Bumi Resources

- detikFinance
Rabu, 20 Agu 2008 10:39 WIB
Pasar Soroti Penurunan Jumlah Saham BNBR di Bumi Resources
Jakarta - Kepemilikan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menurun drastis dari 15,55% menjadi 7,44% berdasarkan laporan Biro Administrasi Efek (BAE) PT Ficomindo Buana Registrar.

Yang terbaru penurunan kepemilikan saham BNBR di BUMI berpindah tangan ke PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Bank Danamon yang sebagai bank kustodian memiliki 7,99%. BNBR yang semula punya 3,018 miliar saham kini tinggal 1,443 miliar saham. Sedangkan Bank Danamon kini memiliki 1,550 miliar saham.Β  Β 

Penurunan jumlah saham BNBR di Bumi tersebut kini menjadi sorotan pelaku pasar dilantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panin Sekuritas dalam laporannya mempertanyakan benarkan ada transaksi repo (repurchase agreement) antara pemegang saham Bumi dan pemberi pinjaman, dalam perpindaham saham BNBR itu ke Bank Danamon. Repo merupakan suatu perjanjian untuk membeli efek pada waktu dan harga tertentu.

Panin mengatakan, berita repo itu hanya menyebutkan tentang kemungkinan Repo 7,99% saham BUMI milik BNBR senilai Rp 7,67 triliun (perkiraan). Tapi masalahnya bukan ini. Tapi, pada mulanya BNBR setelah rights issue memiliki 35% saham BUMI. Direktur Keuangan BNBR, Alya Rohali, juga menyatakan kepemilikan BNBR di BUMI sebesar 35%. Tapi Ficomindo (BAE) per 8 Agustus hanya mencatat kepemilikan BNBR sebesar 6,75% saja di BUMI.

"Kami juga punya kopi kepemilikan per 25 Juli yang mencatat 15,53% (data dari Ficomindo). Sebelumnya, kami sulit menemukan jawaban kenapa demikian. Dari berita hari ini, kami lihat ini kemungkinan akibat Repo. Artinya kemungkinan besar Repo sebanyak 35% - 6,75% = 28,25% atau 5,48 miliar saham BUMI. Pada harga Rp 5.000 nilainya Rp 27,4 triliun," jelas Panin Sekuritas.

Peraturan bursa menyebutkan peminjaman yang material harus meminta persetujuan RUPSLB. Panin Sekuritas melaporkan tidak tahu apakah ini dilakukan. Pertanyaannya, uang sebesar ini untuk apa.

BNBR lanjut Panin Sekuritas, memang punya sejumlah proyek besar. Bila untuk ini jelas tidak cocok, karena Repo berbunga tinggi dan bukan untuk jangka panjang. Akhirnya, yang terbesar adalah masalah kejujuran dan kehati-hatian.

Dengan skala sebesar Rp 27 triliun atau pun Rp 7,67 triliun berita ini bukan hanya berita BNBR dan BUMI. Tapi berita tentang saham Grup Bakrie. Pengamatan Panin Sekuritas sumbangan grup Bakrie di bursa lebih dari 30% transaksi harian di BEI. Artinya kejatuhan sentimen Grup Bakrie adalah kejatuhan sentimen bursa.

"Kini kejelasan tentang masalah Repo Bumi menjadi hal yang penting," tulis Panin Sekuritas.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads