Indosat Cocok untuk Trading

Rekomendasi Saham

Indosat Cocok untuk Trading

- detikFinance
Rabu, 20 Agu 2008 10:57 WIB
Indosat Cocok untuk Trading
Jakarta - Peluang rebound Indeks Harga Saham Gabungan terbuka karena saham-saham sudah banyak mengalami oversold atau jenuh jual. Akan tetapi IHSG masih akan berada dalam downtrend untuk beberapa waktu mendatang. Dalam kondisi seperti itu saham Indosat cocok untuk trading alias jangka pendek.

Panin Sekuritas dalam riset sahamnya, Rabu (20/8/2008) menjelaskan secara teknikal pergerakan dua saham Indosat dan Aneka Tambang untuk transaksi hari ini.

Indosat (ISAT): Berada dalam level trading pada saat ini. Dalam beberapa hari terakhir terlihat ISAT bergerak dalam kisaran yang relatif sempit. Belum ada indikasi rally naik dalam jangka pendek. Trading dengan kisaran support-resistance 5.850-6.150.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aneka Tambang (ANTM): Level Rp 1.800 tampaknya menjadi level bottom baru bagi ANTM. Meski masih berada dalam downtrend, akan tetapi kami melihat peluang untuk rebound harian. ANTM diperkirakan akan bergerak menguat menyusul sentimen dari menguatnya harga komoditas nikel. Beberapa indikator teknikal menunjukkan saat ini ANTM sudah berada dalam area oversold. ANTM diperkirakan akan kembali menguji level 2.000 dalam jangka pendek. Trading beli.

Sejumlah kabar bursa hari ini adalah:

  • UNTR, akan roadshow ke Hongkong. Incar 3 tambang di Kalimantan.
  • BBNI, pemerintah akan lepas greenshoe jika harga Rp2.050/saham.
  • PKPK, investasi Rp180M di tambang batubara Dondang dan Bantuas Kaltim.
  • MTDL, akan gelar MSOP 102,07juta lembar saham.
  • PT Trada Maritime Tbk dan PT Primepetro Services Tbk, menyusun kembali jadwal penawaran perdana saham (Initial Public Offering/IPO) menyusul belum keluarnya pernyataan efektif dari Bapepam-LK.
  • MEDC, menguasai 24,5% saham di Somalia Petroleum Company (SPC).
  • SMGR, memperkirakan nilai investasi pembangunan dua pabrik di Pati, Jateng dan Tonasa, Sulawesi naik antara 15-20%.
  • TOTL, tengah mengikuti tender proyek senilai Rp1-2T.

Disclaimer:


Keputusan untuk melakukan jual, beli atau investasi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi dan detikFinance tidak bertanggungjawab atas keputusan investasi yang diambil.
(ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads