Untuk mencapai ambisi itu, LK akan memfokuskan pada enam sektor utama: mixed-use development dalam skala besar yang terintegrasi, jaringan retail mall, urban development (township), healthcare, hotel dan fund management.
"LK telah meningkatkan nilai kapitalisasi pasar selama tiga tahun terakhir ini dan kami memiliki kesempatan untuk mengulang kembali keberhasilan ini dalam tiga sampai lima tahun mendatang," kata Presiden Direktur LK, Eddy Handoko dalam siaran pers, Rabu (20/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total pendapatan tersebut diperoleh dari 3 pilar utama perseroan, yaitu: pertama, dari divisi Housing & Land Development yang memberikan kontribusi sebesar Rp 592 miliar atau meningkat 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 481 miliar.
Yang kedua adalah divisi Healthcare yang memberikan kontribusi sebesar Rp 356 miliar atau meningkat 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 320 miliar.
Pilar ketiga adalah divisi Infrastructure & Hospitality yang menghasilkan kontribusi sebanyak Rp 270 miliar atau meningkat 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 209 miliar
Rencana 5 Tahunan
Melanjutkan keberhasilan dalam mengembangkan proyek Kemang Village senilai US$ 1,1 miliar serta peluncuran proyek St. Moritz di Jakarta Barat senilai US$1,2 miliar, LK sedang mencari kesempatan mengakuisi lahan yang luas di lokasi strategis Jakarta untuk mengembangkan proyek-proyek dalam skala besar yang mencakup perumahan mewah, gedung perkantoran, mall sewa, sekolah, rumah sakit dan fasilitas hiburan.
"Proyek Kemang Village dan St. Moritz ditargetkan selesai dalam lima sampai tujuh tahun mendatang. Lippo Karawaci menargetkanΒ untuk mengembangkan satu atau dua proyek sejenis setiap tahun,"β kata Eddy Handoko
Dengan memiliki landbank terluas di Indonesia, yaitu lebih dari 1.600 ha, memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan urban development (township) yang luas di seluruh Indonesia dengan membangun Lippo Karawaci di barat Jakarta dan Lippo Cikarang di Jakarta Timur. Saat ini sedang dikembangkan proyek Tanjung Bunga yang akan mengubah pasar properti Makassar dan menangkap pertumbuhan yang potensial di timur Indonesia.
Setelah sukses meluncurkan Real Estate Investment Trust (REIT) di Singapura, saat ini Lippo Karawaci memiliki dua REITs dengan nilai pengelolaan aset sekitar US$ 900 juta.
Dalam rencana lima tahun ke depan, aset yang dikelola ditargetkan akan meningkat menjadi US$ 5 miliar, yang akan akan menjadikan LK sebagai fund manager regional dan grup properti yang dominan di Indonesia. (ir/qom)











































