Pada perdagangan saham Kamis (21/8/2008) IHSG diprediksi mengalami rebound lanjutan meski dalam kisaran yang terbatas. Pelaku pasar akan fokus pada saham tambang dan perkebunan.
Hijaunya saham di Wall Street akan memberikan sokongan kepada bursa regional termasuk IHSG bertahan di wilayah positif. Saham-saham di Bursa Wall Street akhirnya menguat berkat laporan yang dirilis oleh Hewlett- Packard, sehingga bisa meredakan ketegangan investor tentang krisis kredit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan pada perdagangan saham Rabu (20/8/2008) IHSG naik 27,200 poin (1,33%) menjadi 2.069,698.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
IHSG kemarin naik (rebound) menyusul harga minyak mentah yang bergerak menguat. Investor diindikasikan melakukan aksi beli terhadap saham pertambangan, energi, dan perkebunan yang telah oversold. Seperti diketahui, saham berbasis komoditas dalam beberapa pekan terakhir bergerak melemah. Hal tersebut berdampak terhadap melemahnya IHSG yang pergerakannya dipengaruhi oleh sentimen dari harga komoditas dunia (minyak bumi, batubara). Kami melihat, IHSG saat ini masih berada dalam downtrend untuk jangka pendek dan menengah. Masih terbuka peluang untuk trading pada saham pertambangan yang sudah oversold. Kisaran support-resistance 2.042-2.097.
Optima Securities
Indeks rebound 27 poin keposisi 2.069 di tengah bursa regional yang mixed dipicu sektor pertambangan disusul perkebunan. Saham BUMI dan BNBR menjadi katalis kenaikan indeks setelah ada kejelasan mengenai status kepemilikan keduanya. Indeks berpeluang kembali naik didorong sektor perkebunan karena harga CPO kembali mengalami rebound. Indeks diperkirakan mendekati level 2.100 dengan range pergerakan 2.050-2.090 dengan pilihan saham: BUMI, LSIP, AALI, BNBR, dan UNSP.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berhasil rebound setelah selama 2 hari sebelumnya mengalami pelemahan signifikan. Indeks menguat 1,3% ke level 2069,7 akibat kembali reboundnya harga komoditas dunia di pasar global, serta penguatan pada bursa-bursa regional. Pasar juga masih terlihat relatif sepi, terlihat dari penurunan rata-rata volume selama seminggu terakhir.
Sementara bursa US kemarin berhasil menguat, setelah selama sesi perdagangan tertekan oleh kekhawatiran krisis kredit di sektor finansial terutama para mortgage lender seperti Freddie Mac dan Fannie Mae. Telah terkoreksi cukup dalamnya saham-saham finansial membuat beberapa investor mulai melakukan bargain buying pada sektor finansial dan energy. Sementara bursa Asia bergerak cenderung melemah pada pembukaan perdagangan hari ini.
Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan mampu kembali menguat seiring masih positifnya harga-harga komoditas dunia, terutama harga CPO di bursa Malaysia yang berhasil rebound sekitar 5%. Hal ini akan kembali mengangkat saham-saham CPO yang seminggu terakhir telah terkoreksi cukup dalam. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2035 - 2100.
(ir/ir)











































