Go Private UOB Buana Disetujui

Go Private UOB Buana Disetujui

- detikFinance
Jumat, 22 Agu 2008 11:55 WIB
Go Private UOB Buana Disetujui
Jakarta - Pemegang saham PT Bank UOB Buana Tbk menyetujui rencana go private perseroan. Tender offer saham pun akan segera digelar.

Hal tersebut disampaikan Dirut UOB Buana Armand B Arief usai RUPS di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Jumat (22/8/2008).

"Go private ini tidak terkait dengan single presence policy maupun API (Arsitektur Perbankan Indonesia), tapi lebih kepada untuk memperkuat struktur perseroan ke depan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari total jumlah saham UOB Buana sebanyak 6,6 miliar lembar, sebanyak 2,5 miliar lembar dimiliki oleh pemegang saham indpenden.

Direktur UOB BUana Safrullah Hadi Saleh menambahkan 93 persen dari pemegang saham minoritas atau independen tersebut telah menyetujui rencana go private.

"Rencananya UOB Buana akan mengajukan draf mengenai tender offer akhir pekan ini dan kemudian pengajuan proposal tender offer itu pada awal September, dan kami harapkan efektif tender offer Baepam pada pertengahan September, baru setelah itu tender offer dilaksanakan," ujarnya.

Harga tender offer ini sudah dipatok pada harga Rp 1.638 per saham sebanyak 2,5 miliar lembar saham. Total dana yang disiapkan untuk tender offer sebanyak Rp 4,095 triliun.

Harga saham penawaran tender offer tersebut 17 persen lebih tinggi dari harga pasar tertinggi dalam waktu 90 hari terakhir sebelum rencana go private diumumkan pada 22 Juli 2008 lalu, ketika harga saham perseroan masih 1.400 per saham.

Penawaran tender offer akan dilaksanakan pada 23 September-22 Oktober 2008, dan permohonan delisting ke Bursa Efek Indonesia pada 5 November 2008.

Perubahan Susunan Komisaris


Dalam RUPS tersebut juga disetujui perubahan dewan komisaris menyusul pengunduran Karman Pandanu.

Susunan Dewan Komisaris menjadi:

Komisaris Utama Wee Cho Yaw
Wakil KOmisaris Utama: Lee Chin Yong Francis

Anggota komisaris Wee Ee Cheong
Komisaris Independen: Rusdy Daryono, Wayan Alit Antara, Hendrawan Tranggana. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads