Panin Sekuritas dalam laporannya Selasa (26/8/2008) menjelaskan, menguatnya IHSG pada Senin kemarin (25/2008) secara tipis dalam perdagangan yang sedikit mengindikasikan investor masih melakukan wait and see terkait arah harga minyak untuk jangka pendek.
Melemahnya harga komoditas serta regional yang masih merah memberikan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SMGR, kemarin sektor semen bergerak menguat ditengah sepinya perdagangan di bursa. Untuk jangka pendek kami perkirakan saham sektor ini masih cukup menarik untuk trading. Sementara untuk SMGR,  terlihat momentum masih berada dalam area negatif. Hal tersebut mengindikasikan meskipun kemarin menguat, akan tetapi SMGR masih belum berada dalam uptrend. Trading dengan kisaran support-resistance 3.750-4.100.
AALI, harga komoditas CPO masih tertekan. Hal ini menyebabkan saham perkebunan, termasuk AALI, bergerak dalam downtrend sejak beberapa pekan terakhir. Meskipun sempat naik setelah menyentuh bottom 15.700-an, akan tetapi saham AALI terlihat agak tertahan dalam perdagangan kemarin. Beberapa
oscillator indikator mengindikasikan kemungkinan saham ini akan bergerak konsolidasi terlebih dahulu. Kisaran support-resistance 16.500-20.000. Trading jual.
Pelaku pasar akan memantau emiten yang sedang melakukan aksi korporasi seperti:
- PGAS, membukukan Pendapatan Rp5,8T, naik +51,5% yoy dan Laba Bersih Rp1,4T, naik +44,9% yoy.
- INDF, berencana mengakuisisi 68,57% saham Indolakto, produsen susu Indomilk,
- ISAT, Qtel menginginkan lebih dari 50% saham ISAT. Dan ISAT berencana melakukan pembelian kembali obligasi hingga US$ 550juta.
- BAPA, telah menandatangani MoU dengan Penton International Limited. Isi MoU tersebut berhubungan dengan rencana Penton untuk akuisisi 51% saham BAPA.
- SMCB, resmi menunjuk Holcim White (HW) sebagai agen pemasaran Oil Well Cement (OWC).
- TMPI, akan mengakuisisi 2 perusahaan telekomunikasi di Singapura dan Indonesia.
- TURI, akan menjual 51% saham kepada Tunas Financindo Sarana (TFS), anak perusahaannya, senilai Rp 290 miliar sehingga sahamnya beralih ke BMRI.
- BTEL, hingga Juni 2008 mencatat jumlah pelanggan Esia 5,4juta nomor meningkat 141,9% dibanding Juni 2007 sebanyak 2,2juta pelanggan. BTEL membeli 15,8% saham FREN dari pasar pada harga Rp 143 per saham. Akan terus ditambah hingga FREN dimerger ke BTEL. Harga FREN kemarin di tutup pada Rp 71.
Disclaimer:
Keputusan untuk melakukan jual, beli atau investasi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi dan detikFinance tidak bertanggungjawab atas keputusan investasi yang diambil.
(ir/ir)











































