Alhasil, pada perdagangan saham Rabu (27/8/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih belum bebas berjalan di jalur positif.
Faktor eksternal akan mendominasi pergerakan IHSG karena dari dalam negeri tidak ada pendorongnya. Pelaku pasar akan melihat pergerakan bursa Wall Street dan regional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan harga saham-saham sektor energi melonjak setelah harga minyak mentah dunia kembali naik. Kontrak utama minyak jenis light pada penutupan Selasa waktu AS (26/8/2008) naik 1,16 dolar ke level US$ 116,27 per barel. Minyak jenis Brent naik 60 sen ke level US$ 114,63 per barel.
Indeks Dow Jones pun akhirnya naik tipis 26,62 poin (0,23%) ke level 11.412,87, Nasdaq naik tipis 3,62 poin (0,15%) ke level 2.361,97 dan S&P naik 4,66 poin (0,37%) ke level 1.271,50.
Â
Sementara pada penutupan perdagangan saham Selasa (26/8/2008), IHSG merosot 19,676 poin (0,92%) menjadi 2.107,548.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
IHSG kemarin bergerak melemah -0.92% didorong oleh sentimen dari melemahnya bursa regional dan harga komoditas (minyak mentah, batubara, dan CPO) yang terus melemah. Investor juga masih khawatir akan melambatnya perekonomian global. Frekuensi perdagangan juga melemah dalam beberapa hari terakhir. Kecenderungan sepinya pasar diperkirakan masih akan berlanjut untuk beberapa pekan mendatang. Secara teknikal, telihat IHSG masih akan bergerak mixed (jangka pendek). Kisaran support-resistance 2.087-2.137.
Optima Securities
Indeks terkoreksi 19 poin keposisi 2.107 setelah menguat empat hari berturut-turut. Sepinya transaksi menandakan investor masih enggan masuk bursa atau menunggu sentimen positif khususnya harga komoditas. Indeks diperkirakan bergerak di kisaran 2.090-2.120 dengan pilihan saham: PGAS, TINS, PTBA, UNTR, dan APEX. (ir/ir)











































