Nasib Saham BII Tak Jelas

Nasib Saham BII Tak Jelas

- detikFinance
Rabu, 27 Agu 2008 12:30 WIB
Nasib Saham BII Tak Jelas
Jakarta - Nasib saham PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) makin tak jelas. Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menolak membuka suspensinya menunggu informasi yang jelas dari Maybank soal kelanjutan akuisisinya di BII.

Sebaliknya Maybank juga tak kunjung memberikan penjelasan mengenai opsi yang akan dipilih untuk penyelesaian akuisisi saham BII itu.

Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito mengatakan pihaknya sudah berbicara dengan BII dan Maybank namun keduanya belum bisa memastikan apa tindakan selanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kita belum bisa membuka suspensi mereka, karena mereka sendiri belum tahu mau ambil opsi yang mana, karena belum ada ketidakjelasan dari mereka kita tidak mau ambil risiko dengan membuka suspensi sahamnya karena dampaknya bisa macam-macam kalau belum ada penjelasan," kata Eddy usai RUPSLB BEI di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (27/8/2008).

Maybank tidak diizinkan oleh Bank Negara Malaysia untuk melanjutkan akuisisi karena terkait aturan baru tender offer Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). Namun belakangan Maybank mengaku sedang mencari beberapa opsi untuk menuntasakan akuisisi tersebut.

Maybank membeli 56% saham BII dari konsorsium Sorak milik Fullerton dan Kookmin Bank senilai US$ 1,5 miliar. Maybank juga berencana melaksanakan penawaran tender atas sisa saham BII milik publik senilai US$ 1,2 miliar.

Harga terakhir saham BII pada perdagangan 29 Juli 2008 ada di level 460 per saham.

Sementara Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad mengatakan, masalah akuisisi BII ini keputusannya ada di tangan Bapepam.

"September Maybank harus selesai, tapi bolanya di pak Fuad," ujarnya saat ditemui di Gedung BI.
(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads