Pasar Obligasi Bakal Ramai Lagi di 2009

Pasar Obligasi Bakal Ramai Lagi di 2009

- detikFinance
Rabu, 27 Agu 2008 13:40 WIB
Pasar Obligasi Bakal Ramai Lagi di 2009
Jakarta - Pasar obligasi diperkirakan akan kembali ramai tahun 2009 dengan asumsi tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) kembali ke posisi 8,5% sebagaimana ditetapkan pemerintah dalam APBN 2009.

"Jika asumsi BI Rate sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah, tentu pasar obligasi akan kembali ramai tahun depan," ujar Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan Bursa Efek Indonesia (BEI), Guntur Pasaribu usai RUPSLB BEI di hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (27/8/2008).

Dalam asumsi APBN 2009, pemerintah menetapkan perkiraan BI Rate di posisi 8,5%. Posisi tersebut diperkirakan akan kembali mendorong korporasi untuk menerbitkan obligasi. Maklum saja, sejak BI Rate dinaikkan ke posisi 9% beberapa waktu lalu, cukup banyak korporasi yang membatalkan atau menunda rencana penerbitan obligasinya tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kalau BI Rate kembali di posisi 8,5%, saya rasa akan banyak emiten yang melanjutkan rencana penerbitan obligasi," ujar Guntur.

Terkait BI Rate, Guntur mengatakan bahwa posisi suku bunga BI di level 9% seperti sekarang adalah batas tertinggi yang memungkinkan bagi pasar obligasi.

"BI Rate kalau bisa jangan sampai lebih dari 9%, karena pasar obligasi bisa terpengaruh signifikan. Level 9% saja sudah cukup berpengaruh, meski seminggu belakangan ini transaksi sudah mulai membaik," ulas Guntur.

Guntur mengatakan BI harus lebih hati-hati dalam menetapkan kebijakan BI Rate. Jangan sampai terlalu mengandalkan BI Rate untuk mengendalikan inflasi.

"Kalau BI Rate terlalu tinggi dampaknya kan akan sampai ke sektor riil yang bisa menambah tingkat inflasi. Kalau demikian pasar obligasi bisa menurun drastis," ujarnya.

Menurut Guntur, tingkat BI Rate harus sejalan dengan spread antara tingkat suku bunga obligasi rupiah dengan obligasi dollar.

"Menurut perhitungan kami, pasar obligasi domestik akan sehat jika terdapat spread sekitar 300 basis poin antara suku bunga obligasi lokal dengan obligasi dollar. Biasanya spread 300 poin mendorong investor masuk ke pasar obligasi kita," jelas Guntur.

Atas alasan itulah, Guntur berpendapat bahwa tingkat BI Rate maksimal di level 9% agar pasar obligasi dapat tetap atraktif bagi investor. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads