BEI Tunggu Laporan Keuangan BNBR Soal Gadai Saham

BEI Tunggu Laporan Keuangan BNBR Soal Gadai Saham

- detikFinance
Rabu, 27 Agu 2008 15:32 WIB
BEI Tunggu Laporan Keuangan BNBR Soal Gadai Saham
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan melihat lebih jauh mengenai penggadaian sejumlah saham di anak-anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) setelah perusahaan memberikan laporan keuangan semester I akhir Agustus ini.

"Batas akhir penyerahan laporan keuangan kan Agustus ini. Jadi kami akan melihat lebih jauh mengenai penggadaian saham tersebut setelah laporan semester I mereka masuk," ujar Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito usai RUPSLB BEI di hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (27/8/2008).

Hingga saat ini, BNBR memang belum menyerahkan laporan keuangan semester I 2008 pada BEI. Sehingga kejelasan mengenai penggadaian saham anak-anak usaha BNBR belum dapat ditinjau lebih jauh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengenai penggadaian saham BUMI yang kemarin mereka sudah memberi penjelasan. Jadi untuk melihat lebih jauh mengenai kemungkinan adanya penggadaian saham yang belum dilaporkan kami tunggu laporan keuangan mereka," jelas Eddy.

Kontroversi penggadaian saham BNBR bermula dari adanya kejanggalan antara realisasi penggunaan dana hasil rights issue sebesar Rp 40,118 triliun April lalu dengan jumlah saham BNBR di 3 anak usahanya yang tidak sesuai dengan agenda penggunaan dana rights issue.

Pada 17 Maret 2008, pemegang saham BNBR menyetujui rencana rights issue sebesar Rp 40,118 triliun yang seluruh dananya akan digunakan untuk mengakuisisi 35% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), 40% saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan 40% saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

Pada 11 Juli 2008, BNBR telah memberikan laporan ke BEI mengenai realisasi penggunaan dana rights issue per 30 Juni 2008.

Dengan demikian boleh dikatakan BNBR telah merealisasikan rencana akuisisi 3 anak usahanya tersebut. Artinya, seharusnya per 30 Juni 2008 saham BNBR di BUMI sebesar 35%, BNBR di ENRG 40% dan BNBR di ELTY 40%.

Namun berdasarkan keterbukaan informasi 3 anak usahanya tersebut, angka yang tercantum jauh berbeda.

Per 30 Juni 2008, kepemilikan BNBR di BUMI hanya sebesar 15,73%. Per 30 Mei 2008 sebesar 16,92% dan per 30 April 2008 sebesar 13,36%. Bahkan per 8 Agustus 2008, saham BNBR di BUMI hanya sebesar 6,75%. Artinya ada perbedaan sebesar 28,25% dari angka yang seharusnya 35%.

Kemudian BNBR di ENRG per 30 Juni 2008 sebesar 6,64%. Posisi yang sama dengan 30 Mei 2008. Pada 30 April 2008 kepemilikan BNBR di ENRG sebesar 15,67%. Jika mengacu pada angka yang seharusnya direalisasikan setelah rights issue, ada perbedaan sebesar 33,36% dari yang seharusnya 40%.

Kepemilikan BNBR di ELTY juga berbeda dari yang seharusnya 40%. Per 30 Juni 2008, BNBR di ELTY hanya sebesar 19%, sama dengan posisi 30 Mei 2008. Artinya terdapat selisih 21% dari yang seharusnya 40%.

Lagi pula, jika melihat data selama periode April-Juni 2008, tidak terlihat adanya penambahan kepemilikan saham BNBR di 3 anak usahanya.

Pertanyaannya adalah kemanakah portofolio BNBR sebesar 28,25% di BUMI, 33,36% di ENRG dan 21% di ELTY?

Sebelumnya Direktur BNBR Ari Saptari Hudaya membenarkan adanya penggadaian saham anak-anak usaha BNBR. Bahkan Direktur Keuangan BNBR, Yuanita Rohali sempat menyebut angka sebesar US$ 1,4 miliar untuk penggadaian 28,25% saham BNBR di BUMI.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengatakan belum melihat lebih jauh mengenai hal ini.

"Detailnya saya belum tahu. Nanti akan kami cek lagi," janji Erry. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads