Sementara bursa kawasan kebanyakan melemah seperti Nikkei turun 0,2%, Shanghai turun 0,34% dan STI Singapura turun 0,06%.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (27/8/2008) IHSG naik 23,515 poin (1,12%) menjadi 2.131,063. Indeks LQ-45 naik 5,099 poin (1,17%) menjadi 440,532 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,231 poin (1,22%) menjadi 351,168.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 48.475 kali, dengan volume 2,094 miliar unit saham, senilai Rp 1,68 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 61 saham turun dan 70 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain Bumi Resources (BUMI) naik Rp 100 menjadi Rp 5.350, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 150 menjadi Rp 3.100, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 7.800, Mobile-8 Telecom (FREN) naik Rp 49 menjadi Rp 120, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 5.850 dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 25 menjadi Rp 2.425.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 100 menjadi Rp 17.550, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 25 menjadi Rp 3.775 dan Adaro Energy (ADRO) turun Rp 10 menjadi Rp 1.530.
Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI), Erry Firmansyah mengatakan sepinya transaksi lebih karena faktor global. "Dunia pada turun kalau kita naik sendiri kan aneh dong, memang ini faktor global," katanya usai RUPSLB BEI di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (27/8/2008).
Erry juga menepis dugaan bahwa transaksi saham sepi karena menjelang bulan puasa karena biasanya pelaku pasar mengurangi investasinya.
"Tidak ini memang faktor global jadi investor wait and see menunggu kepastian sehinga tidak terkait dengan masuknya puasa," katanya. (ir/qom)











































