Laba Maybank Turun Gara-gara BII

Laba Maybank Turun Gara-gara BII

- detikFinance
Kamis, 28 Agu 2008 07:38 WIB
Laba Maybank Turun Gara-gara BII
Kuala Lumpur - Laba bersih Malayan Banking Berhard (Maybank) merosot hingga 33%, setelah bank terbesar Malaysia itu harus menyediakan provisi untuk akuisisi BII dan juga kredit-kredit bermasalah.

Pada kuartal II-2008, Maybank hanya mencatat laba bersih 703 juta ringgit (US$ 208 juta), turun 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,05 miliar ringgit.

Untuk semester I-2008, laba Maybank tercatat 2,93 miliar ringgit, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,18 miliar ringgit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maybank mengumumkan, pihaknya harus menyediakan provisi hingga 483,8 juta ringgit terkait akuisisi BII tersebut.

Maybank dalam proyeksinya juga mengatakan, kenaikan inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang melemah sehubungan dengan melambatnya permintaan eksternal akan menjadi tantangan bagi industri perbankan Malaysia. Bank-bank di luar Malaysia yang berekspansi di luar negeri juga menghadapi tantangan yang sama.

"Dengan manajemen risiko yang tertata baik dan penerapan kehati-hatian, maka Maybank yakin bisa mempertahankan kekuatan di tengah semua tantangan ini," jelas Maybank dalam pernyataannya seperti dikutip dari The Star, Kamis (28/8/2008).

Unit-unit Maybank di Singapura memberikan kontribusi terbesar. Maybank juga memiliki unit bisnis di Brunei, China, Vietnam, Indonesia, Filipina dan Pakistan.

Seperti diketahui, setelah mendapat kritikan karena dinilai terlalu lamban berekspansi keluar negeri, Maybank akhirnya membeli 5% saham MCB Bank Pakistan senilai US$ 213 juta awal Agustus ini.

Maybank juga membeli An BinhBank Vietnam senilai US$ US$ 135 juta. Akuisisi kedua bank tersebut berjalan mulus, sementara untuk proses akuisisi saham BII senilai US$ 2,7 miliar tidak berjalan mulus.

Bank Sentral Malaysia (BNM) akhirnya mencabut izin akuisisi BII, dengan alasan adanya aturan tender offer baru dari Bapepam LK yang dikhawatirkan bisa merugikan Maybank.

Jika akuisisi itu batal, maka Maybank berpotensi kehilangan 480 juta ringgit yang merupakan 'tanda jadi' pengambilalihan saham BII dari konsorsium Sorak. Akibat polemik seputar BII tersebut, saham Maybank tergerus hingga 28%. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads