Pada kuartal II-2008, Maybank hanya mencatat laba bersih 703 juta ringgit (US$ 208 juta), turun 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,05 miliar ringgit.
Untuk semester I-2008, laba Maybank tercatat 2,93 miliar ringgit, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,18 miliar ringgit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maybank dalam proyeksinya juga mengatakan, kenaikan inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang melemah sehubungan dengan melambatnya permintaan eksternal akan menjadi tantangan bagi industri perbankan Malaysia. Bank-bank di luar Malaysia yang berekspansi di luar negeri juga menghadapi tantangan yang sama.
"Dengan manajemen risiko yang tertata baik dan penerapan kehati-hatian, maka Maybank yakin bisa mempertahankan kekuatan di tengah semua tantangan ini," jelas Maybank dalam pernyataannya seperti dikutip dari The Star, Kamis (28/8/2008).
Unit-unit Maybank di Singapura memberikan kontribusi terbesar. Maybank juga memiliki unit bisnis di Brunei, China, Vietnam, Indonesia, Filipina dan Pakistan.
Seperti diketahui, setelah mendapat kritikan karena dinilai terlalu lamban berekspansi keluar negeri, Maybank akhirnya membeli 5% saham MCB Bank Pakistan senilai US$ 213 juta awal Agustus ini.
Maybank juga membeli An BinhBank Vietnam senilai US$ US$ 135 juta. Akuisisi kedua bank tersebut berjalan mulus, sementara untuk proses akuisisi saham BII senilai US$ 2,7 miliar tidak berjalan mulus.
Bank Sentral Malaysia (BNM) akhirnya mencabut izin akuisisi BII, dengan alasan adanya aturan tender offer baru dari Bapepam LK yang dikhawatirkan bisa merugikan Maybank.
Jika akuisisi itu batal, maka Maybank berpotensi kehilangan 480 juta ringgit yang merupakan 'tanda jadi' pengambilalihan saham BII dari konsorsium Sorak. Akibat polemik seputar BII tersebut, saham Maybank tergerus hingga 28%. (qom/ir)











































