Demikian disampaikan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah disela-sela pembukaan kantor BI Serang, Banten, Kamis (28/8/2008).
"Pemegang saham sudah menyetujui dalam RUPS untuk IPO. Kalau nggak salah besarannya 20%. Persiapan sebenarnya sudah siap, underwriter-nya sudah dipilih, semua sudah siap," jelas Atut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang sedang bagus kan saham pertambangan dan komoditas. Oleh karena itu kami pemegang saham sepakat untuk ditahan," katanya.
"Kalau tidak ada halangan dan kondisi pasar sedang bagus, paling cepat kita IPO launcing akhir 2008 ini. Tapi kami tidak mau memaksakan diri agar diperoleh hasil yang maksimal. Jadi IPO Bank Jabar Banten kita tunda dulu sementara," imbuhnya.
Rencana IPO Bank Jabar Banten sudah bergaung sejak tahun 2006. IPO Bank Jabar ditangani oleh dua penjamin emisi yakni PT CIMB-GK Securities Indonesia dan Indopremier Securities. Dana hasil IPO akan digunakan untuk penambahan jaringan, infrastruktur, teknologi, modal kerja, dan penguatan SDM.
Pemegang saham Bank Jabar saat ini adalah 2 provinsi yakni Jawa Barat dan Banten, serta 31 Kabupaten atau Kota untuk wilayah Jabar dan Banten.
(qom/ir)











































