IHSG Jalan ke Arah Positif

IHSG Jalan ke Arah Positif

- detikFinance
Selasa, 02 Sep 2008 07:58 WIB
IHSG Jalan ke Arah Positif
Jakarta - Pasar saham dalam negeri diprediksi punya peluang setelah pencapaian inflasi yang turun pada Agustus 2008 sebesar 0,51%. Tapi turunnya harga minyak ke level US$ 111 per barel bisa berimbas negatif ke saham-saham komoditas.

Pada perdagangan saham Selasa (2/9/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpotensi menguat terutama oleh saham-saham konsumsi seperti Astra Internasional.

Tapi untuk saham-saham batubara diprediksi masih akan mengalami tekanan menyusul susutnya harga minyak hingga 4 dolar AS, setelah badai Gustav terus menunjukkan pelemahan dan diperkirakan tidak memberi dampak sedahsyat badai Katrina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi pelaku pasar tetap hati-hati karena faktor eksternal kadang mendominasi sentimen di bursa saham. Terlebih indeks Nikkei Selasa pagi ini melemah karena mundurnya Perdana Menteri Fukuda. Sedangkan bursa saham di Wall Street pada Senin (1/9/2008) masih tutup karena libur hari buruh.

Pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (1/9/2008) IHSG turun tipis 1,323 poin (0,06%) menjadi 2.164,620.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities


Indeks melemah tipis 1 poin setelah sebelum turun tajam karena sentimen negatif dari BUMI. Menguatnya CPO dan inflasi Agustus sebesar 0.51% jauh dibawah ekspektasi pasar membuat indeks rebound dari tekanan jual. Rendahnya inflasi tersebut memberi harapan RDG pada Kamis mendatang bakal menahan BI rate dilevel 9% sehingga membawa sentimen positif ke sektor perbankan, properti dan otomotif. Selanjutnya indeks masih berpotensi menguat dikisaran 2.140-2.180 dengan pilihan saham: UNSP, SMCB, ASII, UNTR dan PGAS.

eTrading Securities


Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berhasil bangkit pada akhir sesi perdagangan meski masih ditutup melemah tipis 1,3 poin di level 2164,6, berlawanan dengan bursa Asia lainnya yang tumbang lebih dari 1,5% kemarin. Bangkitnya indeks pada perdagangan kemarin terkait pengumuman inflasi Agustus sebesar 0,51% MoM yang jauh lebih baik dari ekspektasi pasar dan laporan keuangan 1H08 beberapa emiten yang cemerlang. Namun dari segi likuiditas, bursa Indonesia tampaknya belum kembali pulih sepenuhnya, dimana rata-rata tahunan transaksi BEI berada di kisaran Rp3,4 triliun
sedangkan transaksi kemarin hanya Rp2,4 triliun.

Seiring bursa US yang libur pada perdagangan semalam, sentimen pada pembukaan perdagangan hari ini masih tertuju pada pergerakan harga minyak dunia yg terkoreksi ke level US$ 111,4 terkait melemahnya pergerakan badai Gustav di Teluk Meksiko. Koreksi ini membawa energy-related stocks di beberapa bursa Asia dibuka melemah.

Hal yang sama akan terjadi pada bursa Indonesia, dimana sebelumnya pasar mengantisipasi harga minyak akan terus naik seiring efek badai Gustav di Teluk Meksiko. Namun koreksi yang terjadi pada harga minyak akan membawa energy-related stocks melemah, sementara saham-saham Consumer, Banking dan Property akan bergerak menguat seiring rendahnya inflasi Agustus. Indeks diperkirakan akan berada di teritori positif dengan rentang perdagangan pada kisaran 2185 - 2140. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads