Bank Sentral Asia Berlomba Intervensi Mata Uang

Bank Sentral Asia Berlomba Intervensi Mata Uang

- detikFinance
Selasa, 02 Sep 2008 11:01 WIB
Bank Sentral Asia Berlomba Intervensi Mata Uang
Jakarta - Bank sentral dari sejumlah negara Asia dikabarkan melakukan sejumlah intervensi untuk menahan laju kejatuhan mata uangnya terhadap dolar AS. Mereka mati-matian menahan arus dana keluar.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/9/2008), Bank Sentral Thailand, Malaysia, Indonesia diduga melakukan intervensi untuk menahan laju pelemahan mata uangnya.

Pialang di Singapura dan Bangkok mengatakan, Bank of Thailand diduga melepas dolar besar-besaran untuk menjaga mata uang baht yang sudah menyentuh level terendah di 34,47 per dolar menyusul kekacauan politik yang berujung pada kondisi darurat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdana Menteri Thailand Samak Sundaravej telah mengumumkan kondisi darurat di Bangkok. Keadaan darurat ini diberlakukan menyusul tewasnya seorang pendemo dalam bentrokan antara demonstran pro-pemerintah dan anti-pemerintah.

Intervensi sebelumnya juga telah dilakukan oleh otoritas Bank Sentral Korea Selatan setelah mata uang won jatuh ke level terendah dalam 4 tahun terakhir. Setelah intervensi itu, won akhirnya berhasil menguat ke level 1.113 per dolar dari sebelumnya di level 1.116 per dolar AS.

Sementara Bank Sentral Malaysia juga diduga telah melepas dolar AS ke level 3,4190 dan 3,4180 per dolar.

"Seluruh bank sentral sedang mencoba cara terbaik untuk menghentikan derasnya aliran modal keluar," jelas seorang pialang di Singapura.

Demikian pula Bank Indonesia yang diduga mengintervensi untuk menahan laju pelemahan rupiah yang kini menembus 9.190 per dolar AS, atau terendah sejak 20 Agustus.

"Jumlahnya tidak besar (intervensi BI). Saya kira mereka menyadari bahwa tidak ada pentingnya melakukan intervensi secara agresif ditengah menguatnya dolar AS di berbagai wilayah," ujar seorang pialang di Jakarta.

Sementara mata uang jepang, yen tidak banyak berubah setelah Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda mengumumkan pengunduran diri, sehingga akan segera mengubah peta politik negara tersebut. Dolar diperdagangkan di level 108,19 yen, dibandingkan sebelumnya di 108,18 yen. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads