BRI Dalam Tren Menguat

Rekomendasi Saham

BRI Dalam Tren Menguat

- detikFinance
Rabu, 03 Sep 2008 09:48 WIB
BRI Dalam Tren Menguat
Jakarta - Pasar saham yang dalam posisi tertekan saat ini memaksa pelaku pasar untuk keluar sejenak. Tapi di tengah minimnya insentif positif masih ada saham-saham yang bisa dikoleksi seperti BRI yang dalam jangka menengah trennya menguat.

Panin Sekuritas dalam rekomendasi sahamnya, Rabu (3/9/2008) mengulas IHSG pada Selasa kemarin (2/9/2008) bergerak melemah didorong oleh turunnya harga minyak mentah dunia, yang berdampak pada turunnya saham pertambangan. Disisi lain, terlihat pula saham perbankan dan properti bergerak menguat kemarin.

Hari ini diperkirakan pasar akan kembali bergerak mixed. Saham batubara diperkirakan akan kembali tertekan didorong oleh anjloknya harga Nymex Coal (-4.76%). Secara teknikal terlihat trend naik indeks agak tertahan pada pekan ini. Indikator momentum saat ini masih berada dalam area positif. Kisaran support-resistance 2.130-2.192.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut saham pilihan untuk transaksi hari ini:

Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dalam 2 hari terakhir bergerak menguat. Menguatnya saham ini (serta perbankan umumnya) ditunjang oleh naiknya volume. Secara teknikal, BBRI memang rawan akan profit taking. Hal tersebut terlihat dari penutupan kemarin yang diatas upper band dari bollinger band. Meski demikian, kami juga masih melihat bahwa BBRI masih berada dalam uptrend untuk jangka menengah. Trading dengan kisaran support- resistance 6.150-6.450.

Summarecon Agung (SMRA),
saham properti kemarin bergerak menguat. Kami perkirakan SMRA akan menguji resistance lama di Rp 370. Jika berhasil menembus, terbuka kemungkinan saham ini akan menuju Rp 420-an dalam jangka pendek. Beberapa indikator teknikal, menunjukkan trend masih akan menguat, serta masih ada ruang untuk bergerak naik. Kisaran support-resistance 350-390.

Disclaimer:


Keputusan untuk melakukan jual, beli atau investasi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi dan detikFinance tidak bertanggungjawab atas keputusan investasi yang diambil. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads